Subscribe

Raja Padi Kaltim! Kutai Kartanegara Garap 26 Ribu Hektare Lahan Demi Mandiri Beras

2 minutes read

TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) semakin mengukuhkan posisinya sebagai “lumbung pangan” utama Kalimantan Timur. Melalui strategi intensifikasi dan ekstensifikasi lahan, Kukar berkomitmen memutus ketergantungan beras dari luar daerah dengan mengoptimalkan kolaborasi lintas sektor.

Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, menegaskan bahwa langkah ini bukan sekadar wacana, melainkan bagian dari misi besar transformasi ekonomi dari sektor tambang (ekstraktif) menuju sektor pertanian berkelanjutan.

Dana Desa 20% Jadi “Bensin” Ketahanan Pangan

Salah satu kunci keberhasilan Kukar adalah pemanfaatan 20 persen Dana Desa untuk program ketahanan pangan. Contoh nyatanya terlihat di Desa Mulawarman, di mana BUMDes Mulya Bersama berkolaborasi dengan enam Kelompok Tani (Poktan) mengelola 350 hektare lahan.

“Kami mengapresiasi kolaborasi KTNA, pemerintah desa, penyuluh, hingga sektor swasta yang membantu infrastruktur jalan usaha tani. Ini adalah kerja bareng untuk masa depan pangan kita,” ujar Aulia Rahman Basri, Sabtu (28/3).

Dominasi Kukar dalam Angka (Data 2025)

Kukar saat ini tercatat sebagai produsen padi terbesar di Kalimantan Timur, mengungguli kabupaten tetangga dengan selisih yang cukup signifikan.

Luas Panen Padi di Kaltim:

  • Kutai Kartanegara: 26.287 Hektare (Kontributor Terbesar)
  • Kabupaten Paser: 14.599 Hektare
  • Penajam Paser Utara (PPU): 13.570 Hektare

Produksi Gabah Kering Giling (GKG):

Dari total 270,87 ton GKG se-Kaltim, Kukar menyumbang 110,87 ton, disusul Paser (67,65 ton) dan PPU (47,58 ton).

Diversifikasi Lahan: Sawah vs Ladang

Dari total 26.287 hektare lahan produktif di Kukar, komposisinya terdiri dari:

  1. Lahan Sawah: 13.000 Hektare
  2. Padi Ladang: 13.287 Hektare

Mengapa Ini Penting?

Upaya ini adalah bagian dari Roadmap Pembangunan Jangka Menengah Kukar untuk beralih dari ketergantungan pada batu bara dan migas. Fokus baru dialihkan ke tiga pilar utama: Pertanian Luas, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif.

“Keberhasilan ini adalah hasil keringat para petani di lapangan. Kami akan terus dukung dengan modernisasi alat mesin pertanian (alsintan) dari Kementan serta pengamanan distribusi pupuk subsidi bersama TNI-Polri,” pungkasnya. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *