Subscribe

Radja Nainggolan Buka-bukaan: “Kalau Tahu Bakal Gini, Saya Pilih Timnas Indonesia Lebih Awal”

2 minutes read

MANTAN bintang Serie A, Radja Nainggolan, baru saja melontarkan pernyataan mengejutkan terkait penyesalan dalam karier internasionalnya. Gelandang bertenaga kuda ini mengaku kecewa berat dengan akhir perjalanannya bersama Timnas Belgia (Rode Duivels) dan menyebut seharusnya ia lebih cepat memilih membela Timnas Indonesia.

Pernyataan blak-blakan ini disampaikan Nainggolan dalam wawancara di program De Tafel van Gert, yang kemudian dikutip oleh media Belanda, Voetbal Primeur, Sabtu (4/4/2026).

“Jika saya tahu semuanya akan berakhir seperti ini, maka saya akan lebih cepat memilih Indonesia. Saya bangga menjadi orang Belgia, tapi rasa sakitnya masih ada,” ungkap Nainggolan dengan nada emosional.

Sakit Hati Gagal ke Piala Dunia 2018

Titik balik kekecewaan pemain kelahiran 4 Mei 1988 ini bermula saat dirinya dicoret dari skuad Belgia untuk Piala Dunia 2018 oleh pelatih Roberto Martinez. Nainggolan merasa pengorbanannya selama bertahun-tahun di level klub dan timnas seolah tidak dihargai.

Alasan Martinez yang menyebut Nainggolan bisa memicu masalah di bangku cadangan dibantah keras oleh sang pemain.

  • Alasan Pencoretan: Dianggap bakal jadi beban mental di bench.
  • Respon Radja: “Itu omong kosong besar! Saya sudah korbankan hidup saya untuk Rode Duivels. Saat itu saya langsung bilang, kalau begitu sudah selesai.”

Vibes Berbeda di Indonesia

Pemain yang memiliki garis keturunan Batak dari sang ayah, Marius Nainggolan, ini juga membandingkan pengalamannya saat merumput di Liga 1 bersama Bhayangkara FC pada medio 2023-2024. Baginya, apresiasi yang ia terima di tanah leluhurnya jauh lebih tulus dibanding di Belgia.

“Saya main di Indonesia selama enam bulan. Rasa hormat dan apresiasi dari masyarakat di sana benar-benar beda kelas. Jauh lebih hangat dibandingkan dengan dunia sepak bola Belgia,” tutur eks pemain AS Roma dan Inter Milan tersebut.

Andai Saja “The Ninja” Pakai Jersey Garuda

Penyesalan Radja ini memicu imajinasi para fans sepak bola tanah air. Dengan kualitas dunia yang ia miliki, kehadiran “The Ninja” di masa keemasannya dipastikan bakal memberikan dampak masif bagi skuad Garuda.

Meski kini ia tetap bangga sebagai warga negara Belgia, Nainggolan secara jujur mengakui bahwa faktor rasa hormat (respect) dan perlakuan adil adalah hal yang paling ia rindukan di akhir karier internasionalnya. Kini, sejarah sudah tertulis, namun pernyataan Radja menjadi pengingat tentang betapa besarnya cinta sang pemain untuk identitas Indonesianya. (BN/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *