Subscribe

Puluhan Ribu Mahasiswa Kaltim Kembali Terima Bantuan, Pemprov Perkuat Akses Pendidikan Tinggi

2 minutes read

Samarinda – Komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) dalam membuka akses pendidikan tinggi kembali ditegaskan. Ribuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kaltim kembali menerima kucuran bantuan biaya kuliah pada pertengahan Maret 2026.
Penyaluran tahap kedua program pendidikan ini menyasar 27 ribu lebih mahasiswa yang tersebar di puluhan kampus negeri dan swasta. Dengan tambahan ini, jumlah total penerima manfaat sepanjang tahun berjalan telah mendekati 50 ribu orang.

Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud menyebut bantuan tersebut sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan pendidikan generasi muda di tengah tekanan ekonomi yang masih dirasakan sebagian masyarakat.

“Bantuan ini diharapkan bisa memastikan mahasiswa tetap fokus kuliah tanpa terbebani biaya, sekaligus membantu keluarga mereka,” ujarnya.

Program yang dikenal luas sebagai bantuan pendidikan Gratispol ini tidak hanya menyasar mahasiswa di kampus negeri, tetapi juga swasta. Pemerataan ini dinilai penting agar tidak ada kesenjangan akses pendidikan hanya karena perbedaan institusi.

Dari sisi anggaran, pemerintah daerah menggelontorkan dana ratusan miliar rupiah untuk dua tahap pencairan yang sudah berjalan. Pada tahap sebelumnya, puluhan ribu mahasiswa juga telah lebih dulu menerima bantuan serupa, sehingga akumulasi penerima terus meningkat signifikan.
Pemprov Kaltim sendiri menargetkan cakupan program ini akan terus diperluas hingga menjangkau lebih dari 150 ribu mahasiswa sepanjang 2026.

Target ambisius tersebut dibarengi dengan komitmen pengalokasian anggaran pendidikan yang tetap diprioritaskan, meski kondisi fiskal daerah menghadapi tantangan.

Menurut Rudy, investasi di sektor pendidikan menjadi strategi jangka panjang untuk memutus rantai kemiskinan. Ia meyakini peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi kunci agar daerah mampu bersaing di masa depan.
Selain itu, pemerintah juga mendorong mahasiswa untuk tidak berhenti di jenjang sarjana. Dukungan akan terus diarahkan agar semakin banyak generasi muda Kaltim yang melanjutkan studi hingga magister dan doktoral.
Program bantuan ini pun dipandang sebagai langkah strategis dalam menyiapkan generasi unggul di tengah dinamika pembangunan, termasuk menghadapi peran Kaltim sebagai wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara.

Dengan semakin luasnya jangkauan bantuan, Pemprov Kaltim berharap tidak ada lagi mahasiswa yang terpaksa menunda atau bahkan menghentikan pendidikan hanya karena kendala biaya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *