PR Besar Tirta Mahakam: Bupati Kukar Desak Tekan Kebocoran Air yang Tembus 40%
TENGGARONG, nusaetamnews.com : Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mahakam sedang mendapat “rapor kuning” terkait efisiensi distribusi air. Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri, memberikan catatan serius agar perusahaan pelat merah ini segera membenahi tingkat kebocoran air yang dinilai masih sangat tinggi.
Berdasarkan data terbaru, tingkat kehilangan air atau Non-Revenue Water (NRW) di Kukar menyentuh angka 40%. Angka ini jauh melampaui standar toleransi nasional yang seharusnya berada di angka 25%.
Misi Menuju Efisiensi: Langkah Taktis & High-Tech
Bupati Aulia menegaskan bahwa selisih kebocoran 15% dari standar tersebut adalah kerugian besar yang harus segera ditambal. Beliau pun membocorkan beberapa strategi yang harus dijalankan manajemen:
- Pembaruan Jaringan: Segera eksekusi perbaikan pipa-pipa yang sudah “berumur” atau rusak.
- Smart Technology: Memanfaatkan teknologi pendeteksi kebocoran digital untuk memetakan titik bocor tanpa harus menggali semua jalan.
- Audit Administrasi: Optimalisasi pencatatan meteran pelanggan agar lebih akurat dan transparan.
- Upgrade SDM: Meningkatkan kapasitas teknis karyawan agar lebih responsif menangani keluhan warga.
Cakupan Layanan: 114 Ribu Sambungan & Terus Bertumbuh
Meski punya PR besar di masalah kebocoran, Tirta Mahakam menunjukkan grafik positif dalam hal perluasan jangkauan. Berikut adalah profil layanan Tirta Mahakam saat ini:
- Total Pelanggan: 114.437 Sambungan Langganan (SL).
- Populasi Terlayani: Sekitar 343.311 jiwa (atau 42,18% dari total warga Kukar).
- Sebaran Wilayah: Menjangkau 107 desa dan 38 kelurahan.
“Capaian 42% ini sudah bagus, tapi tantangannya masih ada di depan mata. Kita masih punya 237 desa/kelurahan yang harus dipastikan mendapatkan akses air bersih yang layak dan sehat,” ujar Aulia Rahman, Rabu (21/1).
Sinergi Bareng Desa via Pamsimas
Bupati juga memberikan apresiasi atas kolaborasi Tirta Mahakam dengan pemerintah desa melalui program SPAMDes dan Pamsimas. Program ini dikelola mandiri oleh BUMDes atau kelompok masyarakat, sehingga desa-desa terpencil tetap bisa “merdeka air” tanpa harus menunggu pipa utama masuk.
Targetnya Jelas: Profesional, Efektif, dan Efisien. Sebagai layanan dasar, Tirta Mahakam diharapkan nggak cuma mengejar keuntungan (PAD), tapi memastikan setiap tetes air sampai ke rumah warga tanpa banyak yang terbuang sia-sia. (ant/one)