PPU Siapkan “Pasukan” Transportasi Profesional demi Sambut IKN via Program Taruna Kemenhub
Penajam, nusaetamnews.com : Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) gak mau cuma jadi penonton di tengah masifnya pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Sebagai beranda depan IKN, Pemkab PPU resmi menyatakan kesiapannya untuk all-in dalam program Pembibitan Taruna dan pendidikan vokasi di bawah naungan Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
Bupati PPU, Mudyat Noor, menegaskan bahwa langkah strategis ini diambil untuk memastikan daerah memiliki SDM lokal yang kompeten dan siap tempur di sektor transportasi darat, laut, maupun udara.
“Pemerintah kabupaten siap berpartisipasi dalam program Pembibitan Taruna dan kerja sama pendidikan vokasi. Ini adalah investasi SDM untuk menghadapi perkembangan wilayah yang sangat cepat dengan adanya IKN,” ujar Mudyat Noor, Kamis.
Memetakan Kebutuhan Tenaga Profesional
Program ini bukan sekadar formalitas. Pemkab PPU mengincar pemetaan yang akurat untuk kebutuhan tenaga teknis maupun Aparatur Sipil Negara (ASN) di sektor perhubungan. Tujuannya jelas: agar pengelolaan fasilitas publik seperti pelabuhan, terminal, hingga layanan transportasi modern bisa dikelola secara profesional dan berkelanjutan.
Mudyat Noor mengakui bahwa saat ini kualitas SDM di bidang perhubungan di wilayahnya masih terbatas. Oleh karena itu, percepatan melalui jalur pendidikan kedinasan dan vokasi dianggap sebagai solusi paling konkret.
PPU Bukan Lagi Sekadar “Pintu Gerbang”
Seiring dengan posisi PPU yang sangat strategis sebagai jalur akses utama ke IKN, kebutuhan akan ahli transportasi menjadi sangat mendesak. Pemkab PPU ingin memastikan penataan transportasi di daerah tidak kalah advance dengan wilayah ibu kota baru.
Poin kunci penguatan SDM PPU:
- Optimalisasi Layanan: Meningkatkan standar pelayanan publik di sektor perhubungan.
- Koordinasi Lintas Sektor: Memperkuat sinergi antara kebijakan pusat dan daerah agar selaras.
- Kemandirian SDM: Menyiapkan putra-putri daerah agar menjadi tenaga ahli di tanah sendiri.
“Kerja sama ini diharapkan mampu memperkuat koordinasi sekaligus mendongkrak kapasitas SDM kita. Kita butuh tenaga yang benar-benar paham teknis agar pembangunan daerah berjalan optimal,” tambah Mudyat.
Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa PPU sedang bertransformasi dari sekadar wilayah perlintasan menjadi kawasan dengan tata kelola transportasi yang solid dan berstandar nasional. (ant/one)