PPU Siaga Satu! 128 Titik Rawan Karhutla Dipetakan Jelang Puncak Kemarau Agustus
Penajam, nusaetamnews.com : Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) resmi memasang status waspada tinggi menyambut musim kemarau yang diprediksi mulai menyapa pada awal April 2026. Fokus utama tertuju pada 128 titik rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang tersebar di wilayah Serambi Nusantara.
Kepala Pelaksana BPBD PPU, Nurlaila, mengungkapkan bahwa berdasarkan data BMKG, puncak musim kemarau tahun ini diperkirakan terjadi pada Agustus mendatang.
“Meskipun ada kecenderungan kemarau basah, kewaspadaan terhadap karhutla dan kebakaran permukiman tetap kami tingkatkan. Karakteristik lahan gambut di PPU sangat rawan terbakar dan sulit dipadamkan,” ujar Nurlaila di Penajam, Rabu (1/4).
Zonasi Rawan: Penajam Jadi Titik Terpanas
BPBD PPU bergerak cepat memetakan wilayah “merah” yang memiliki risiko kebakaran tertinggi. Dari 128 lokasi rawan, mayoritas berada di wilayah padat aktivitas:
- Kecamatan Penajam: 78 lokasi (termasuk 1.400 hektare lahan gambut pesisir).
- Kecamatan Waru, Babulu, dan Sepaku: 50 lokasi.
Sebagai catatan, sepanjang 2023-2025, PPU telah dihantam 90 kasus karhutla yang menghanguskan setidaknya 208,35 hektare lahan. Angka ini menjadi basis evaluasi bagi pemerintah daerah untuk memperketat pengawasan tahun ini.
Persiapan Armada dan Personel
Menghadapi potensi kekeringan, Pemkab PPU memastikan seluruh kekuatan dalam kondisi standby:
- Kesiapan Alutsista: Pengecekan mesin pompa, tangki air, dan peralatan pemadam permukiman.
- Mitigasi Air Bersih: Menyiapkan skenario pendistribusian air bersih bagi warga yang terdampak kekeringan.
- Patroli Intensif: Penempatan personel di titik-titik krusial, terutama di area gambut pesisir.
Edukasi Warga: Stop Buka Lahan Pakai Api!
Nurlaila mengingatkan masyarakat agar tidak mengambil jalan pintas dalam membuka lahan perkebunan. Pola membakar lahan dinilai sebagai pemicu utama bencana yang merugikan lingkungan serta kesehatan publik.
“Kami minta masyarakat proaktif. Jika melihat asap atau titik api sekecil apa pun, segera lapor agar tim bisa langsung turun sebelum api meluas. Jangan sekali-kali membuka ladang dengan cara dibakar,” tegasnya.
Pemerintah daerah berharap kolaborasi aktif masyarakat dapat menekan angka karhutla di PPU hingga ke level minimum tahun ini. (ant/one)