Subscribe

Potensi Varietas Unggulan Kopi dan Kakao Lokal Kaltim

3 minutes read

Nusaetamnews.com : Meskipun Kaltim terkenal dengan komoditas kelapa sawit dan batu bara, kopi dan kakao lokalnya memiliki potensi besar, terutama karena berada di lingkungan hutan tropis yang unik.

1. Kopi Lokal Kaltim (Robusta dan Liberika)

Di Kaltim, jenis kopi yang mendominasi adalah Robusta dan Liberika, yang cenderung lebih adaptif terhadap iklim dataran rendah.

  • Robusta Khas Dayak (Varietas Lokal):
    • Sering ditemukan di wilayah pedalaman seperti Kutai Barat dan Mahakam Ulu.
    • Plasma nutfah lokal ini dicari karena memiliki potensi ketahanan alami terhadap penyakit karat daun dan lingkungan mikro hutan.
    • Keunikan Rasa: Memiliki karakteristik rasa bold (tebal) dengan aroma earthy (tanah) atau spicy yang unik, berbeda dari Robusta di Jawa atau Sumatera.
  • Kopi Liberika (Khusus Lahan Gambut):
    • Liberika adalah spesies kopi yang adaptif di lahan gambut atau rawa, seperti di beberapa daerah Kutai Kartanegara.
    • Plasma Nutfah Unggulan: Varietas lokal Liberika Kaltim dapat menjadi sumber genetik penting untuk pengembangan kopi yang tahan terhadap kondisi tanah ekstrem dan banjir.
    • Keunikan Rasa: Dikenal memiliki aroma buah yang sangat kuat (fruity) dan sedikit rasa smoky (asap) atau nangka yang khas.

2. Kakao Lokal Kaltim (Theobroma Cacao)

Kakao di Kaltim sering ditanam oleh petani kecil dan memiliki keanekaragaman genetik yang belum terpetakan sepenuhnya.

  • Varietas Lokal Forastero (Kakao Curah):
    • Meskipun sebagian besar kakao Kaltim adalah tipe Bulk/Curah (Forastero), dalam populasi ini terdapat individu-individu pohon dengan ketahanan dan produktivitas tinggi.
    • Plasma Nutfah Lokal: Identifikasi plasma nutfah ini sangat penting untuk menemukan mother tree (pohon induk) yang tahan terhadap penyakit VSD (Vascular Streak Dieback), penyakit utama kakao di Indonesia.
  • Fokus pada Fine Cocoa: Ada upaya untuk mencari dan mengembangkan kakao tipe Fine Flavor (Kakao Mulia) atau Trinitario di Kaltim. Jika ditemukan, varietas ini akan meningkatkan nilai jual kakao secara signifikan karena diminati industri cokelat artisan global. (one)

Standar Ilmiah Penilaian Plasma Nutfah

Petugas Disbun Kaltim menggunakan standar ilmiah yang ketat agar data plasma nutfah dapat dipertanggungjawabkan di tingkat nasional (Kementerian Pertanian) maupun internasional.

Standar ini biasanya mengacu pada pedoman dari Komite Nasional Plasma Nutfah (KNP Nutfah) atau lembaga internasional seperti Bioversity International.

1. Karakterisasi (Characterization)

Ini adalah langkah pertama, mendeskripsikan sifat-sifat yang mudah dilihat (morfologi) dan diukur pada tanaman.

  • Data Morfologi: Mengukur tinggi tanaman, bentuk daun, warna bunga, bentuk buah, dan jumlah cabang.
  • Data Kuantitatif: Mengukur parameter produktivitas, seperti:
    • Untuk Kopi: Jumlah buah per ranting, berat 100 biji kopi.
    • Untuk Kakao: Indeks buah (jumlah buah yang dibutuhkan untuk menghasilkan 1 kg biji kering), berat biji basah/kering per buah.

2. Evaluasi (Evaluation)

Evaluasi mengukur sifat-sifat yang lebih kompleks, terutama yang berkaitan dengan ketahanan dan kualitas:

  • Ketahanan terhadap Hama & Penyakit: Mengamati dan mencatat tingkat serangan penyakit spesifik (misalnya VSD pada kakao, Karat Daun pada kopi) di lapangan.
  • Adaptasi Iklim: Menilai bagaimana tanaman bereaksi terhadap kondisi lingkungan setempat (curah hujan tinggi, kekeringan, atau kondisi tanah yang marginal).
  • Kualitas Produk Akhir: Untuk kakao, dilakukan fermentasi kecil dan uji cita rasa (cutt-test) untuk menilai kualitas biji dan potensi rasa (flavour profile).

3. Inventarisasi dan Dokumentasi

Semua data yang terkumpul harus dicatat dalam Basis Data Genetik yang terpusat. Dokumentasi ini meliputi:

  • Koordinat Lokasi (GPS): Mencatat titik eksplorasi agar tanaman dapat ditemukan kembali.
  • Foto Dokumentasi: Foto rinci setiap bagian tanaman yang dikarakterisasi.
  • Identitas Petani/Pemilik: Mencatat informasi pemilik dan sejarah penanaman.

Dengan proses yang terstruktur ini, Kaltim dapat secara sah mendaftarkan varietas unggul lokalnya dan menggunakannya sebagai sumber materi pemuliaan untuk masa depan perkebunan yang lebih tahan banting. (one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *