Polri & Pupuk Indonesia Teken MoU: Distribusi Pupuk Bakal Dikawal Ketat Biar Sampai ke Tangan Petani!
Bontang, nusaetamnews.com : Sering denger curhatan pupuk langka atau telat datang? Nah, masalah ini langsung dapet atensi dari pucuk pimpinan Polri. Di tengah kunjungan kerjanya ke Bontang, Kaltim (29/1), Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan PT Pupuk Indonesia.
Misi utamanya simpel tapi krusial: Pastikan pupuk tepat sasaran dan tepat waktu!
Kenapa Polri Harus Turun Tangan?
Kapolri menjelaskan kalau urusan distribusi pupuk ini nggak bisa disepelekan. Kalau sampai telat atau nyasar ke pihak yang salah, efek domino kerugiannya bisa kena ke level nasional.
“Kami ingin pupuk betul-betul sampai di masyarakat petani yang membutuhkan. Kalau distribusi tertib, produktivitas petani naik, dan target swasembada pangan pun bisa tercapai,” ujar Jenderal Sigit.
Peta Jalan Menuju Lumbung Padi Dunia
Langkah ini bukan cuma soal bagi-bagi pupuk, tapi bagian dari strategi besar Presiden Prabowo Subianto untuk:
- Swasembada Pangan: Berdikari soal urusan perut rakyat sendiri.
- Lumbung Padi Dunia: Ambisi biar Indonesia jadi eksportir pangan utama di kancah global.
Instruksi Tegas buat Seluruh Jajaran
Nggak cuma tanda tangan di atas kertas, Kapolri langsung kasih perintah “gas pol” ke seluruh personel kepolisian di Indonesia.
- Kawal Maksimal: Pantau setiap jengkal proses pengiriman dari pabrik sampai ke pelosok desa.
- Tindak Tegas: Jangan kasih ruang buat praktik penyelewengan atau penimbunan pupuk.
Momen Spesial di Bontang
Penandatanganan MoU ini juga dibarengi dengan momen peresmian proyek revamping pabrik amoniak milik PT Pupuk Kaltim. Jadi, selain pabriknya makin canggih dan efisien, sistem pengirimannya pun sekarang dijagain polisi.
Kabar ini jadi angin segar buat petani. Dengan kawalan Polri, harapannya drama pupuk langka bisa segera berakhir dan petani bisa fokus ningkatin hasil panen! (ant/one)