Pemprov Kaltim Tangkap Peluang Lahan Eks Tambang untuk Perikanan
SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) mulai mengarahkan strategi swasembada pangan dengan pendekatan yang lebih adaptif, termasuk memanfaatkan lahan eks tambang batu bara untuk pengembangan perikanan.
Rencana ini mengemuka setelah pertemuan Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji dengan kelompok pembudidaya ikan dari Desa Jembayan, Kecamatan Loa Kulu. Aspirasi yang disampaikan dinilai sejalan dengan kebutuhan diversifikasi sumber pangan sekaligus pemanfaatan lahan tidak produktif.
Seno menegaskan, pemerintah daerah membuka ruang dukungan, namun tetap harus berjalan dalam kerangka kebijakan nasional.
“Kami siap memfasilitasi dan mengoordinasikan ke pemerintah pusat,” ujarnya singkat.
Menurutnya, sektor perikanan memiliki potensi besar untuk memperkuat ketahanan pangan daerah jika didukung dengan perencanaan yang tepat dan kolaborasi lintas sektor. Karena itu, komunikasi dengan kementerian terkait akan segera dilakukan untuk memastikan program dapat berjalan efektif.
Pemprov melihat inisiatif masyarakat ini sebagai peluang strategis, bukan sekadar usulan bantuan. Di tengah dorongan swasembada pangan, model pemanfaatan lahan eks tambang dinilai bisa menjadi solusi inovatif yang berdampak ganda. Memulihkan fungsi lahan sekaligus meningkatkan produksi pangan.
Dengan pendekatan tersebut, Kaltim tidak hanya mengejar target produksi, tetapi juga membangun fondasi kemandirian pangan yang lebih berkelanjutan.