Subscribe

Pelita Air & KNKT Investigasi Jatuhnya Pesawat BBM Satu Harga di Nunukan

2 minutes read

Jakarta, nusaetamnews.com : Kabar duka datang dari dunia penerbangan nasional. Sebuah pesawat kargo milik PT Pelita Air Service dilaporkan jatuh di wilayah Long Bawan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Insiden ini mengakibatkan sang pilot, Capt. Hendrick Lodewyck Adam (54), dinyatakan meninggal dunia.

Pesawat dengan tipe Air Tractor AT-802 (registrasi PK-PAA) tersebut sejatinya sedang menjalankan misi mulia: distribusi rutin program BBM Satu Harga untuk wilayah pelosok Kalimantan Utara.

Kronologi Kejadian: Hilang Kontak Pasca Bongkar Muat

Berdasarkan keterangan resmi perusahaan, pesawat awalnya mendarat dengan aman di Long Bawan pada pukul 11.24 WITA setelah menempuh perjalanan dari Tarakan.

  • 12.10 WITA: Setelah selesai bongkar muat BBM, pesawat bersiap terbang kembali ke Tarakan dalam kondisi kosong (tanpa muatan).
  • 12.25 WITA: Saksi mata di sekitar Bandara Yuvai Semaring melihat posisi pesawat miring dan menurun ke arah perbukitan di ujung runway 22.
  • 12.30 WITA: Kantor pusat Pelita Air di Jakarta menerima informasi awal jatuhnya pesawat.
  • 14.33 WITA: Tim gabungan bersama masyarakat berhasil menemukan lokasi jatuhnya pesawat.

Investigasi Dimulai Hari Ini

Corporate Secretary Pelita Air Service, Patria Rhamadonna, menyatakan bahwa tim gabungan bersama Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) berangkat ke lokasi hari ini, 20 Februari 2026.

“Kami akan segera memulai proses investigasi untuk mengetahui penyebab pasti jatuhnya pesawat,” ujar Patria dalam keterangannya.

Kondisi Pesawat & Pilot: Layak Terbang?

Banyak yang bertanya soal kesiapan armada. Namun, data menunjukkan baik pesawat maupun pilot dalam kondisi prima sebelum insiden terjadi:

  • Spesifikasi Pesawat: Air Tractor AT-802 produksi tahun 2013. Terakhir menjalani perawatan rutin pada 15 Februari 2026.
  • Status Teknis: Dirjen Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, mengonfirmasi pesawat baru saja menjalani pemeriksaan rutin 100 dan 200 jam pada 11 Februari lalu.
  • Profil Pilot: Capt. Hendrick adalah pilot senior dengan total pengalaman lebih dari 8.000 jam terbang dan telah bergabung dengan Pelita Air sejak 2021.

Faktor Cuaca Jadi Sorotan

Komandan Lanud Anang Busra, Marsma TNI Andreas A. Dhewo, mengungkapkan bahwa saat kejadian, cuaca di lokasi dilaporkan hujan ringan dengan jarak pandang sekitar 6 kilometer. Terdapat awan rendah (cloud base) di ketinggian 1.400 kaki yang terpantau pecah (broken).

Komitmen Pelita Air untuk Keluarga Almarhum

Manajemen Pelita Air menyampaikan duka mendalam dan memastikan akan memenuhi seluruh hak serta santunan bagi keluarga Capt. Hendrick. Pendampingan penuh juga diberikan selama masa duka ini. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *