Pasar Tradisional PPU Go Digital! Bayar Retribusi Kini Tinggal Sat-Set Pakai QRIS
PENAJAM PASER UTARA, nusaetamnews.com : Era digital benar-benar sampai ke meja pedagang pasar di Penajam Paser Utara. Pemerintah Kabupaten PPU resmi meluncurkan sistem pembayaran retribusi pasar secara nontunai alias digital. Langkah ini jadi bukti kalau PPU serius melakukan percepatan digitalisasi pelayanan publik.
Ke depannya, para pedagang nggak perlu lagi nyiapin uang fisik. Cukup scan QRIS, transfer, atau pakai dompet digital, kewajiban retribusi langsung beres!
Nggak Asal Lepas, Pedagang Tetap Didampingi
Kepala Dinas Kukmperindag PPU, Margono Hadisusanto, menyadari kalau transisi ini butuh waktu. Makanya, pemerintah nggak langsung lepas tangan.
“Pedagang di pasar tradisional tetap kami dampingi. Kami paham nggak semua langsung expert soal cara bayar digital, jadi edukasi terus jalan,” ujar Margono, Selasa (20/1/2026).
Proses ini dimulai dengan pendataan ulang pedagang di pasar induk. Begitu data clear, sistem nontunai langsung tancap gas. Sebagai gambaran, sepanjang 2025 lalu, pendapatan retribusi pasar di PPU mencapai sekitar Rp57,4 juta. Dengan sistem digital, angka ini diharapkan bisa terkelola lebih maksimal.
Transparansi Harga Mati, Cegah Kebocoran
Kenapa harus digital? Jawabannya: Transparansi. Dengan QRIS, setiap rupiah yang dibayar pedagang otomatis tercatat dan langsung masuk ke kas daerah. Ini adalah solusi ampuh untuk mengurangi potensi “kebocoran” dana atau pungutan liar.
Selain itu, sistem QRIS punya standar keamanan tinggi, jadi transaksinya terlindungi dan bisa dipantau langsung oleh otoritas keuangan.
Respons Pedagang: “Praktis dan Cepat!”
Ternyata, para pedagang menyambut positif inovasi ini. Farida, salah satu pedagang di pasar setempat, mengaku sangat terbantu.
“Pakai teknologi digital buat retribusi itu praktis banget. Nggak perlu cari kembalian, prosesnya juga cepat,” ungkapnya antusias.
Bagian dari Transformasi PPU
Bagi Pemkab PPU, digitalisasi retribusi bukan cuma soal gaya-gayaan. Ini adalah kebutuhan mendesak di tengah tren global yang mulai meninggalkan uang fisik. Langkah ini sejalan dengan visi PPU untuk menjadi kabupaten yang akuntabel dan punya sistem keuangan yang kuat. (ant/one)