Subscribe

Pasar Modal Indonesia “Level Up”! OJK Bongkar 8 Jurus Sakti Percepatan Reformasi

2 minutes read

Jakarta, nusaetamnews.com : Bursa Efek Indonesia (BEI) lagi siap-siap berbenah besar-besaran! Otoritas Jasa Keuangan (OJK) baru saja merilis 8 rencana aksi biar pasar modal kita makin likuid, transparan, dan nggak kalah saing sama standar global.

Satu yang paling jadi sorotan adalah aturan main soal Free Float. Penasaran apa saja poinnya? Cekidot!

1. Free Float Naik Jadi 15% (No More Saham “Ghaib”)

OJK bakal naikin batas minimum saham publik (free float) dari 7,5% jadi 15%. Tujuannya? Biar transaksi makin ramai dan saham nggak gampang dimainin “bandar”.

  • Buat Emiten Baru: Langsung gaspol 15% saat IPO.
  • Buat Emiten Lama: Tenang, ada masa transisi alias stages-nya kok.

2. Bongkar Sosok di Balik Layar (UBO)

Investor sekarang bakal lebih tenang karena OJK makin ketat soal Ultimate Beneficial Ownership (UBO). Artinya, siapa pemilik asli dan afiliasi di balik sebuah perusahaan harus transparan. Makin jujur, makin banyak investor asing yang berani masuk!

3. Data Investor Makin Detail

OJK minta KSEI buat rapihin data kepemilikan saham. Kedepannya, tipe investor bakal dikategorikan lebih detail sesuai standar global. Jadi, kita bisa tahu profil siapa saja yang lagi “belanja” di bursa.

4. Rencana Demutualisasi BEI

OJK lagi bisik-bisik sama pemerintah buat dorong demutualisasi bursa efek. Intinya, ini buat memperkuat tata kelola dan biar nggak ada benturan kepentingan di internal bursa.

5. Sikat Habis Pelanggar Aturan

Nggak ada ampun buat yang hobi manipulasi transaksi atau sebar hoax saham! OJK janji bakal kasih sanksi yang tegas, konsisten, dan berkelanjutan. Enforcement is key!

6. Direksi & Komisaris Wajib “Kuliah” Lagi

Biar emiten makin profesional, OJK mewajibkan edukasi berkelanjutan buat direksi, komisaris, sampai komite audit. Bahkan, penyusun laporan keuangan pun wajib punya sertifikasi profesi. Expertise nomor satu!

7. Pendalaman Pasar 360 Derajat

OJK bakal mempercepat pertumbuhan dari segala sisi: permintaan (demand), penawaran (supply), sampai infrastrukturnya. Semuanya bakal diakselerasi secara terintegrasi.

8. Kerja Bareng alias Kolaborasi

Terakhir, reformasi ini nggak bakal jalan kalau cuma sendirian. OJK bakal memperkuat sinergi antara pemerintah, regulator, pelaku industri, hingga asosiasi.

“Kita ingin meningkatkan kepercayaan dan investability pasar modal Indonesia,” kata Friderica Widyasari Dewi (Kiki), Pjs Ketua DK OJK, di Gedung BEI (1/2). (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *