Subscribe

Pangkas Waktu 1,5 Jam! Jalur Anggana-Muara Badak Kini Tembus 30 Menit Saja

2 minutes read

Tenggarong, nusaetamnews.com :  Akses “jalur mutar” lewat Samarinda bakal segera jadi sejarah. Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tengah mengebut proyek jalan baru sepanjang 23,17 kilometer yang menghubungkan Kecamatan Anggana langsung ke Kecamatan Muara Badak.

Proyek strategis ini menjadi game changer bagi mobilitas warga. Selama ini, absennya jalur darat langsung memaksa pengendara memutar melalui Kota Samarinda dengan waktu tempuh mencapai 2 jam. Jika jalur baru ini tuntas, perjalanan antar-kecamatan tersebut diklaim hanya butuh waktu 30 menit.

“Efisien waktu yang luar biasa. Jika jalan ini selesai, warga tidak perlu lagi memutar lewat Samarinda. Konektivitas ini akan mendukung percepatan ekonomi, kesehatan, hingga pendidikan,” ujar Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin, di Tenggarong, Senin (6/4/2026).

Investasi Ratusan Miliar untuk Konektivitas

Pembangunan yang dimulai sejak 2022 ini bukan proyek kaleng-kaleng. Hingga 2025, pemkab telah mengucurkan investasi sebesar Rp154 miliar untuk merealisasikan jalan sepanjang 18,24 km dalam kondisi mantap.

Tahun 2026 ini, pembangunan berlanjut dengan sokongan bantuan keuangan senilai Rp9,5 miliar untuk menuntaskan sisa jalur yang ada. Pekerjaan fokus pada semenisasi dan pelebaran jalan guna memastikan akses kendaraan besar maupun kecil berjalan mulus.

Akses RS Baru & Dongkrak Ekonomi Lokal

Selain memangkas jarak, jalan ini punya misi vital lainnya:

  • Akses Medis: Mempermudah warga menjangkau rumah sakit baru di Desa Tanjung Limau, Muara Badak.
  • Logistik Pangan: Mempercepat distribusi hasil tani, ternak, dan perikanan dari dua kecamatan tersebut.
  • Harga Pangan: Dengan ongkos angkut yang lebih murah karena jarak pendek, harga bahan pangan di pasar diharapkan bisa lebih stabil dan terjangkau.

Rendi menegaskan proyek ini merupakan prioritas dalam Program Dedikasi Kukar Idaman Terbaik. “Manfaatnya sangat banyak, terutama memudahkan angkutan hasil bumi. Waktu tempuh makin pendek, perputaran ekonomi makin cepat,” pungkasnya saat meninjau lokasi di Desa Kutai Lama awal April ini. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *