Pak Gubernur, Kenapa Gratispol Saya Hilang?
SAMARINDA – Gubernur Kaltim Dr H Rudy Mas’ud (Harum) membuka ruang diskusi saat mengawali Safari Ramadan dan Gerakan Salat Subuh Berjemaah di Masjid Nurul Mukminin Pemprov Kaltim, Jumat 20 Februari 2026.
Kesempatan ini pun disambut hangat para pelajar, mahasiswa dan guru yang hadir dalam acara tersebut. Kepada Gubernur, uneg-uneg mereka pun langsung disampaikan.
Salah satunya Ilmiani, mahasiswa S2 dari UINSI Samarinda yang mengaku harus bolak-balik dari Paser untuk kuliahnya ini.
“Alhamdulillah Pak Gubernur, terima kasih banyak, saya sudah dapat bantuan Gratispol di semester 1,” buka Ilmiani.
“Tapi semester 2 ini, saya harus bayar Rp5 juta. Saya ingin bertanya, kenapa Gratispol saya hilang Pak Gubernur,” lanjut tanya Ilmiani, disambut tawa hadirin.
Gubernur Harum pun menjawab, bahwa bantuan pendidikan Gratispol itu akan tetap diterima oleh Ilmiani. Hanya saja, saat ini administrasi dan verifikasi masih dalam proses dan dana Gratispol akan dikirim langsung ke rekening perguruan tinggi.
Mahasiswa yang telah membayar di awal semester, selanjutnya bisa berkomunikasi dengan pihak kampus untuk pengembalian jika dana Pemprov Kaltim sudah disalurkan ke rekening perguruan tinggi.
“Jadi tenang saja, insyaallah aman. Bahkan tahun ini, bukan hanya untuk semester 1, tapi sampai semester 8 akan kita bantu. Tapi tetap, harus daftar, jangan tidak daftar,” tegas Harum.
Pertanyaan kritis lain juga disampaikan guru dari MAN 2. Ia menanyakan mengapa masih ada batasan usia bagi para pendidik yang ingin melanjutkan kuliah ke S2 atau S3.
Gubernur pun menjawab telah memberikan diskresi bagi para guru yang ingin meningkatkan kompetensi mereka.
“Kami sudah berikan diskresi, spesial kepada guru-guru baik dari sekolah swasta maupun negeri, baik ASN atau honorer untuk pendidikan mulai S1 sampai S3,” tegas Gubernur lagi.
Pilihan ini diambil sebab tenaga pendidik harus memiliki kompetensi yang memadai dan profesional agar mampu menghasilkan generasi yang cerdas dan berkualitas.
Fitrah Nur, mahasiswa S2 UINSI lainnya menyampaikan salam para alumni Al Azhar, Mesir yang telah menikmati bantuan yang mereka nilai sangat bermanfaat.
Namun kali ini dia bertanya, mengapa transfer Gratispol tidak langsung ke rekening penerima, tapi ke rekening perguruan tinggi.
“Ini uang negara, bukan uang pribadi. Jadi kita harus hati-hati. Tidak lewat orang, tapi sistem. Kalau model langsung, banyak temuan. Bahkan sampai ke Polda. Jadi, kita harus hati-hati dan terpenting manfaatnya,” jelas Gubernur.
Selain itu masih banyak pertanyaan lain yang disampaikan para pelajar dan guru. Termasuk soal perbedaan fasilitas sekolah di kota dan di daerah pelosok. Termasuk pertanyaan pelajar tentang bagaimana Gubernur Harum bisa tetap menjaga mental dan disiplin di tengah kepadatan kerja yang luar biasa.
“Disiplin itu bisa dilatih termasuk dengan puasa dan salat. Semua diatur dan ada waktunya. Kalau ini bisa konsisten kita laksanakan, otomatis kita akan terlatih menjadi disiplin,” tandas Gubernur.