Pabrik Amoniak PKT Bontang Resmi Operasi Lagi: Lebih Irit Gas, Emisi Turun, Stok Pupuk Makin Aman!
BONTANG – Setelah sekian lama beroperasi sejak 1984, Pabrik Amoniak Kaltim 2 akhirnya selesai “dipermak” alias di-revamping. Langkah modernisasi ini dilakukan supaya PKT tetap bisa gas pol memproduksi pupuk dengan teknologi yang lebih canggih dan ramah lingkungan.
Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, menegaskan kalau ini bukan sekadar proyek gaya-gayaan. “Yang diperkuat itu keandalannya. Pasokan pupuk harus tetap aman dan efisien buat masa depan,” tegasnya.
The Real Efficiency: Hemat Energi & Kurangi Polusi
Proyek revamping ini membawa perubahan besar pada dapur produksi PKT. Gak cuma bikin mesin makin bandel, tapi juga bikin lingkungan lebih happy:
- Hemat Gas Alam: Konsumsi energi jadi jauh lebih efisien.
- Cut Emisi: Berhasil memangkas emisi karbon hingga 110 ribu ton CO₂ ekuivalen per tahun.
- Go Green: Sejalan dengan tren dunia yang menuntut industri lebih berkelanjutan.
Kabar Bahagia: Harga Pupuk Bisa Turun!
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, bawa berita yang pasti bikin petani senyum lebar. Efisiensi dari revitalisasi pabrik ini memberi ruang buat:
- Diskon Harga: Potensi penurunan harga pupuk bersubsidi (Urea & NPK) hingga 20%.
- Tambah Kuota: Volume pupuk bersubsidi bakal ditambah sekitar 700 ribu ton.
- Ekspansi: Ada rencana pembangunan 7 pabrik pupuk baru nasional, di mana 5 di antaranya target beres sebelum 2029!
Dukungan Lintas Sektor
Acara ini bener-bener jadi sorotan nasional. Mulai dari Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto (Titiek Soeharto), Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, sampai Sultan Kutai Ing Martadipura pun turut hadir. Kehadiran mereka menegaskan kalau urusan pupuk adalah urusan hidup mati ketahanan pangan Indonesia. Dengan beroperasinya pabrik yang lebih efisien ini, PKT Bontang siap menjaga stok pangan kita tanpa harus merusak lingkungan. Pangan kuat, petani hebat! (ray)