Otorita IKN “Gas Pol” Transformasi Digital: Dari Bagi-Bagi Robot Sampai Cetak Generasi AI!
Penajam Paser Utara , nusaetamnews.com : Ibu Kota Nusantara (IKN) nggak cuma soal pindah kantor pemerintahan, tapi soal membangun masa depan. Otorita IKN makin serius menyulap kawasan di Kalimantan Timur ini menjadi Smart City kelas dunia yang bertumpu pada sumber daya manusia (SDM) unggul dan berdaya saing global.
Deputi Bidang Transformasi Hijau dan Digital Otorita IKN, Agung Indrajit, menegaskan bahwa transformasi digital di IKN bukan lagi sekadar wacana, tapi sudah masuk ke ruang-ruang kelas.
Sekolah di IKN Mulai “Melek” Robotik
Salah satu langkah konkretnya adalah dengan memperkuat ekosistem teknologi di sekolah-sekolah. Biar siswa makin semangat, Otorita IKN membagikan satu hingga tiga kit robotik ke setiap sekolah sebagai sarana praktik langsung.
Bukan cuma kasih alat, para siswa juga ditantang lewat berbagai kompetisi seru, seperti:
- Robowork
- Autobot
- Robohome
“Perkembangan teknologi seperti robotik, AI, dan pemrograman itu seru banget kalau dijadikan sarana belajar di sekolah,” ujar Agung saat ditemui di Sepaku, Sabtu (20/12).
Nusantara TechnoFest: Wadah Glow Up Digital
Nggak berhenti di situ, Otorita IKN juga menggelar Nusantara TechnoFest. Event ini jadi ajang “kenalan” paling asyik buat para pelajar dengan dunia Artificial Intelligence (AI) dan cara bikin robot.
Kerennya lagi, acara ini menghadirkan pameran robotik hasil karya mahasiswa dari berbagai kampus ternama, seperti:
- Universitas Indonesia (UI)
- Politeknik Negeri Samarinda
- Universitas Mulawarman
- Universitas Mulia
Tujuannya jelas: memberikan insight langsung kepada adik-adik SD dan SMP biar mereka punya bayangan nyata tentang masa depan teknologi.
Kawal Visi Presiden Prabowo
Agung menambahkan, Nusantara TechnoFest ini juga jadi bagian dari komitmen IKN dalam mengawal arahan Presiden Prabowo Subianto. Fokusnya adalah percepatan transformasi digital nasional melalui pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) yang maksimal.
Dengan langkah-langkah ini, IKN bukan sekadar kota pintar secara infrastruktur, tapi juga kota yang mencetak “generasi emas” yang paham teknologi sejak dini. (ant/one)