Subscribe

OIKN dan BKKBN Gercep Sasar 3.000 Keluarga di IKN! Perangi Stunting yang Ngebet di Kaltim

2 minutes read

SAMARINDA, nusaetamnews.com : Angka stunting di Kalimantan Timur (Kaltim) nggak main-main. Dengan prevalensi mencapai 22%—jauh di atas rata-rata nasional (19%)—kondisi ini menuntut aksi super cepat. Untungnya, Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) dan BKKBN Provinsi Kaltim gercep banget!

Mereka berkolaborasi membentuk Satuan Tugas (Satgas) khusus untuk langsung menyasar 3.000 keluarga berisiko stunting di wilayah delineasi IKN.

“Prevalensi stunting di Provinsi Kaltim secara umum tergolong tinggi yang mencapai 22 persen, di atas rata-rata nasional yang tercatat 19 persen,” tegas Kepala Perwakilan BKKBN Kaltim, Nurizky Permanajati (akrab disapa Kiky).

 Kunci Sukses: Pola Pentahelix (All Hands on Deck!)

Kiky menekankan bahwa penurunan stunting ini butuh effort kolektif, alias pola Pentahelix: kerja sama antara Pemerintah, Akademisi, Dunia Usaha, Komunitas, dan Media. Nggak ada yang bisa kerja sendirian!

Setiap elemen punya perannya, mulai dari kebijakan (Pemerintah), riset (Akademisi), funding (Dunia Usaha), kolaborasi (Komunitas), hingga awareness dan edukasi (Media).

Fokus Kritis: 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK)

Edukasi menjadi senjata utama. Materi yang disebar fokus pada dua hal krusial:

  1. Pola Hidup Sehat: Mulai dari sanitasi yang baik hingga pola konsumsi yang tepat.
  2. 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK): Ini adalah golden period sekaligus masa kritis. HPK dihitung sejak anak dalam kandungan hingga usia 2 tahun. Pada periode inilah stunting bisa terjadi, namun juga masih bisa dicegah atau dikoreksi.

“1.000 HPK menjadi perhatian serius bagi kami karena di masa tersebut merupakan masa yang harus diwaspadai, mengingat di periode ini stunting dapat terjadi, sekaligus masih dapat dicegah atau masih dapat dikoreksi,” jelas Kiky.

Satgas Dibentuk, Sasaran 3.000 Keluarga Fix!

Komitmen kolaborasi ini diresmikan dalam acara Apresiasi dan Monitoring Evaluasi Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) yang digelar di Kantor OIKN (Jumat, 5/12). Acara ini dihadiri 150 peserta dari berbagai stakeholder, dari OIKN, Pemprov Kaltim, Pemda, hingga mitra swasta.

Satgas khusus yang dibentuk Pemprov Kaltim dan OIKN ini punya misi jelas untuk 3.000 sasaran keluarga tersebut: Edukasi Nutrisi dan Akses Air Bersih. Dua aspek ini dianggap fondasi vital untuk kesehatan ibu dan anak di wilayah calon ibu kota baru.

Ini adalah langkah nyata Kaltim dan OIKN menuju generasi IKN yang sehat, cerdas, dan produktif! (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *