Ogah Cuma Jadi Penonton! PPU Tancap Gas Perkuat Skill & Ekonomi demi “Sikut-sikutan” Sehat di IKN
Penajam, nusaetamnews.com : Kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN) di depan mata bukan cuma soal pindah kantor pemerintahan, tapi soal masa depan warga lokal. Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menegaskan posisi mereka: warga lokal haram cuma jadi penonton di tengah megahnya pembangunan!
Bupati PPU, Mudyat Noor, menekankan kalau Kabupaten Benuo Taka sebagai daerah asal sekaligus penyangga terdekat IKN harus siap lahir batin menghadapi perubahan super cepat ini.
“IKN itu peluang emas, tapi kalau kita nggak siap, masyarakat lokal bisa terpinggirkan. Kita nggak mau itu terjadi,” tegas Mudyat, Senin (9/2).
Plan Jangka Panjang: Pendidikan & Ekonomi Jadi Kunci
Pemerintah Kabupaten PPU nggak mau bergerak reaktif atau sekadar ikut-ikutan. Mereka sudah menyiapkan roadmap jangka panjang biar warga lokal punya daya saing tinggi lewat dua sektor utama:
1. Pendidikan: Investasi “Isi Kepala”
Biar nggak kalah saing dengan pendatang, PPU nge-gas lewat program penguatan SDM:
- Kartu Penajam Cerdas (KPC): Akses pendidikan yang lebih merata.
- Beasiswa Melimpah: Dukungan buat pelajar dan mahasiswa biar bisa kuliah sampai tuntas.
- Networking Kampus: Memperluas kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi ternama.
2. Ekonomi: UMKM & Pertanian Naik Kelas
Sektor ekonomi kerakyatan dipoles biar bisa menyuplai kebutuhan di IKN. Fokusnya ada di empat pilar: Pertanian, Perikanan, Pariwisata, dan UMKM. Harapannya, aktivitas ekonomi IKN yang bakal membludak bisa dinikmati langsung oleh kantong warga PPU, bukan cuma pemain besar dari luar.
IKN Bukan Ancaman, Tapi Peluang Kemajuan
Perpindahan penduduk dan arus pembangunan besar-besaran memang jadi tantangan berat. Namun, Mudyat optimis kalau semua dipersiapkan dengan matang sejak dini, kesenjangan sosial bisa dihindari.
“Pembangunan IKN harus sejalan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal. Kita siapkan fondasinya sekarang supaya kemajuan IKN itu terasa nyata di setiap rumah warga Penajam,” pungkasnya. (ant/one)