Nuklir Jadi Solusi Energi Masa Depan? Akademisi Kaltim: Saatnya Indonesia Move On dari Batubara!
Balikpapan, nusaetamnews.com : Bicara soal nuklir biasanya bikin orang langsung kepikiran film thriller atau bencana Chernobyl. Tapi di mata para ahli di Kalimantan Timur, nuklir justru jadi kunci buat Indonesia naik kelas dalam urusan ketahanan energi.
Bukan cuma soal listrik, rencana pemerintah buat mulai bangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) dinilai sebagai langkah strategis buat transisi energi yang lebih bersih dan murah.
Teknologi Baru, Risiko Lebih “Safe”
Analis ekonomi dari Universitas Mulawarman (Unmul), Purwadi Purwoharsojo, menegaskan kalau teknologi nuklir zaman sekarang sudah beda jauh. Kita bicara soal reaktor generasi keempat yang dirancang super aman, bahkan tahan guncangan gempa.
“Dari sisi energi bersih dan murah, nuklir itu juaranya. Risikonya memang ada, tapi teknologi sekarang jauh lebih canggih dan aman dibanding generasi lama. Secara ekonomi, ini sangat layak kita eksekusi,” ujar Purwadi.
Bukan Cuma Buat Listrik, Bisa Buat Kesehatan & Pangan!
Ternyata, manfaat nuklir itu luas banget, guys. Purwadi membocorkan beberapa “kekuatan rahasia” nuklir lainnya:
- Kedokteran Nuklir: Di Unmul sudah ada konsep penanganan penyakit jantung tanpa operasi.
- Ketahanan Pangan: Teknologi iradiasi bisa bikin produk makanan awet sampai setahun tanpa bahan kimia berbahaya.
- Pertanian: Bisa bikin tanaman lebih produktif dan tahan hama.
Indonesia Punya “Bahan Bakar” Sendiri
Dosen energi dari STT Migas Balikpapan, Andi Jumardi, menambahkan kalau Indonesia sebenarnya sudah punya modal kuat: SDM yang mumpuni dan cadangan uranium melimpah, salah satunya di Kalimantan Barat.
“Kita jangan terjebak trauma masa lalu kayak kasus Fukushima. Itu force majeure. Industri nuklir modern sekarang sudah punya sistem proteksi buat antisipasi skenario terburuk,” jelasnya.
Persiapan Matang adalah Kunci
Meski dukungannya kuat, analis kebijakan publik Saipul mengingatkan agar kita nggak gegabah. Nuklir memang keren, tapi persiapannya harus bulletproof—mulai dari infrastruktur sampai mental SDM-nya.
“Nuklir ini bisa jadi ‘tabungan’ buat generasi kita nanti saat batubara dan migas sudah habis. Makanya, persiapannya harus dimulai dari sekarang, tapi tetap harus proporsional,” kata Saipul.
Target Pemerintah: 7 Gigawatt!
Rencana ini nggak cuma wacana di atas kertas. Dalam Indonesia Economic Summit 2026 pekan lalu, Utusan Khusus Presiden, Hashim Djojohadikusumo, membocorkan target ambisius:
Pemerintah menargetkan pembangunan PLTN sebesar 7 Gigawatt hingga 2034. Fase pertamanya akan dimulai dengan kapasitas 500 Megawatt. (ant/one)