Subscribe

Momen Langka! BKSDA Kaltim Selamatkan Induk Orangutan dan Bayi Kembar di Bengalon

2 minutes read

Samarinda, nusaetamnews.com :  Aksi penyelamatan satwa liar kembali mencuri perhatian. Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur bersama Conservation Action Network (CAN) sukses mengevakuasi satu induk Orangutan Kalimantan (Pongo Pygmaeus) beserta bayi kembarnya di kawasan Bengalon, Kutai Timur, Kamis (5/3).

Kehadiran bayi kembar pada orangutan merupakan fenomena yang sangat jarang terjadi di alam liar, sehingga keselamatan ketiganya menjadi prioritas utama tim gabungan.

Habitat Terfragmentasi, Turun ke Tanah demi Bertahan Hidup

Penemuan ini bermula dari laporan warga di Peredau, Bengalon. Induk orangutan tersebut terlihat berjuang menjaga kedua bayinya di area yang ruang geraknya semakin terbatas. Mirisnya, mereka sempat terpantau turun ke tanah—perilaku yang menandakan bahwa habitat aslinya sudah tidak lagi aman atau kekurangan sumber pakan.

Kepala BKSDA Kaltim, M. Ari Wibawanto, menjelaskan bahwa proses evakuasi yang dilakukan sejak 15 Februari 2025 itu berjalan sangat hati-hati demi menjaga bonding antara induk dan anak.

“Kami memastikan induk dan kedua anaknya tetap bersama. Proses evakuasi mengutamakan keselamatan mereka tanpa memisahkan ikatan keluarga tersebut,” ujar Ari di Samarinda.

Relokasi ke Area High Conservation Values (HCV)

Setelah melalui pemeriksaan kesehatan singkat, tim memutuskan untuk tidak melakukan pengecekan medis yang terlalu invasif demi menghindari stres pada bayi orangutan. Begitu dinyatakan sehat dan layak kembali ke alam, ketiganya langsung direlokasi ke hutan terdekat.

Lokasi pelepasliaran dipilih di area High Conservation Values (HCV) atau Area dengan Nilai Konservasi Tinggi (ANKT) milik sebuah perusahaan perkebunan, yang berjarak sekitar 30 menit perjalanan darat dari titik awal penemuan.

“Kami memilih lokasi terdekat yang masih memiliki kerapatan hutan baik secara fisik maupun biologi. Ini dilakukan agar tim bisa terus memantau perkembangan mereka secara intensif,” tambah Ari.

Kolaborasi Pantau Masa Depan Si Kembar

Langkah penyelamatan ini tidak berhenti di pelepasliaran saja. BKSDA Kaltim bakal menggandeng pihak perusahaan pemilik areal HCV untuk melakukan pengawasan rutin. Hal ini krusial mengingat kondisi habitat yang terfragmentasi membuat ketersediaan pakan dan air menjadi tantangan utama bagi kelangsungan hidup orangutan di wilayah tersebut.

Penyelamatan ini menjadi pengingat pentingnya menjaga koridor hijau di tengah ekspansi lahan, agar satwa endemik seperti Orangutan Kalimantan tidak kehilangan rumah mereka. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *