Mobil Mewah KT 1 di IKN Jadi Omongan, Pemprov Kaltim: “Itu Milik Pribadi, Bukan Pakai APBD!”
Samarinda, nusaetamnews.com : Sempat viral dan jadi bahan perbincangan netizen di media sosial, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) akhirnya buka suara soal mobil Range Rover berpelat KT 1 yang dipakai Gubernur Rudy Mas’ud saat kunjungan ke IKN baru-baru ini.
Kadis Kominfo Kaltim, Muhammad Faisal, menegaskan kalau mobil gagah yang dipakai saat pelantikan pengurus KADIN Kaltim itu murni milik pribadi sang Gubernur, bukan aset negara.
Mobil Pribadi vs Protokoler
Faisal mengklarifikasi kalau penggunaan pelat nomor sakti KT 1 di kendaraan privat itu sah-sah saja secara aturan protokoler, asal dipakai buat agenda dinas.
- Tipe Mobil: Range Rover 3.0 SWB Autobiography.
- Status: Milik pribadi, pengadaannya nol rupiah dari APBD.
- Aturan Main: Kalau lagi tugas, pakai KT 1. Kalau buat urusan keluarga atau weekend-an, pelatnya balik lagi ke nomor umum.
Spek Berbeda: SWB vs LWB
Menjawab rasa penasaran publik yang menyangka mobil itu adalah hasil pengadaan APBD Perubahan 2025, Faisal membeberkan perbedaan teknisnya biar nggak ada salah paham:
- Mobil Pribadi (di Kaltim): Tipe Standard Wheelbase (SWB) dengan panjang sekitar 5.052 mm.
- Rencana Mobil Dinas (di Jakarta): Tipe Long Wheelbase (LWB) yang lebih panjang (5.252 mm).
“Meskipun merek dan warnanya mirip, tipenya beda banget. Jadi, kendaraan yang ada di Samarinda sekarang bukan hasil pengadaan pemerintah,” tegas Faisal, Jumat (6/3).
Update: Dana Pengadaan Mobil Dinas Balik ke Kasda!
Ada kabar baik soal rencana pengadaan mobil dinas yang sebelumnya sempat menuai pro-kontra. Pemprov Kaltim memastikan proses pembatalan sudah on progress:
- Refund Full: Pihak dealer sudah setuju buat balikin dana (refund) 100% ke Kas Daerah.
- Prosedur: Penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST) dan penyerahan fisik mobil bakal dilakukan di Jakarta.
- Asistensi: Biar nggak ada masalah hukum di kemudian hari, Pemprov terus koordinasi sama Kemendagri dan LKPP.
“Kami komit pada transparansi. Nanti kalau duitnya sudah resmi balik ke Kasda, mutasinya bakal kami buka ke publik,” tutup Faisal. (ant/one)