Subscribe

Mobil Dinas Listrik Rp8,5 Miliar Gubernur Kaltim: Buang Anggaran atau Investasi Wibawa IKN?

3 minutes read

Samarinda, nusaetamnews.com : Pengadaan mobil dinas listrik senilai Rp8,5 miliar untuk Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, lagi jadi buah bibir. Meski angkanya bikin mata melotot, Forum Dayak Bersatu (FDB) justru pasang badan dan menyebut langkah ini sebagai upgrade harga diri daerah di level internasional.

Kenapa sih mobil ini dianggap penting? Berikut breakdown alasannya biar kamu nggak gagal paham:

Efek IKN: Gengsi di Mata Dunia

Ketua Umum FDB, Decky Samuel, menegaskan kalau Kaltim bukan lagi provinsi biasa. Statusnya sebagai tuan rumah Ibu Kota Nusantara (IKN) bikin mobilitas Gubernur jadi urusan strategis.

“Kendaraan dinas bukan sekadar gaya-gayaan, tapi instrumen keamanan dan cerminan wibawa daerah saat menyambut investor asing dan tamu negara,” ujar Decky (Minggu, 22/2).

Kalkulasi “Cuan” Jangka Panjang

Jangan cuma lihat harga belinya, tapi lihat maintenance-nya. FDB menilai mobil listrik ini justru langkah smart saving buat APBD karena:

  • Bye-bye BBM: Memangkas biaya bensin harian yang makin mahal.
  • Low Maintenance: Nggak perlu rutin ganti oli atau servis komponen mekanis yang ribet.
  • Durabilitas: Diestimasi bisa menghemat miliaran rupiah dalam kurun waktu 5-10 tahun ke depan.

Support Net Zero Emission

Langkah ini dianggap sejalan dengan kampanye transisi energi bersih. Masak daerah penyangga IKN yang konsepnya forest city masih pakai mobil boros emisi? Penggunaan mobil listrik ini jadi statement kalau Kaltim serius soal isu lingkungan.

Sudah Lewat Jalur Legal?

Buat kamu yang skeptis soal transparansi, pengadaan ini diklaim sudah lewat verifikasi anggaran yang sah dan diawasi ketat oleh DPRD. Jadi, secara regulasi, nggak ada aturan yang ditabrak. Plus, menggunakan mobil tua yang rawan mogok saat blusukan ke pedalaman justru dianggap berisiko buat keselamatan pemimpin. (ant,one)Samarinda, nusaetamnews.com : Pengadaan mobil dinas listrik senilai Rp8,5 miliar untuk Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, lagi jadi buah bibir. Meski angkanya bikin mata melotot, Forum Dayak Bersatu (FDB) justru pasang badan dan menyebut langkah ini sebagai upgrade harga diri daerah di level internasional.

Kenapa sih mobil ini dianggap penting? Berikut breakdown alasannya biar kamu nggak gagal paham:

Efek IKN: Gengsi di Mata Dunia

Ketua Umum FDB, Decky Samuel, menegaskan kalau Kaltim bukan lagi provinsi biasa. Statusnya sebagai tuan rumah Ibu Kota Nusantara (IKN) bikin mobilitas Gubernur jadi urusan strategis.

“Kendaraan dinas bukan sekadar gaya-gayaan, tapi instrumen keamanan dan cerminan wibawa daerah saat menyambut investor asing dan tamu negara,” ujar Decky (Minggu, 22/2).

Kalkulasi “Cuan” Jangka Panjang

Jangan cuma lihat harga belinya, tapi lihat maintenance-nya. FDB menilai mobil listrik ini justru langkah smart saving buat APBD karena:

  • Bye-bye BBM: Memangkas biaya bensin harian yang makin mahal.
  • Low Maintenance: Nggak perlu rutin ganti oli atau servis komponen mekanis yang ribet.
  • Durabilitas: Diestimasi bisa menghemat miliaran rupiah dalam kurun waktu 5-10 tahun ke depan.

Support Net Zero Emission

Langkah ini dianggap sejalan dengan kampanye transisi energi bersih. Masak daerah penyangga IKN yang konsepnya forest city masih pakai mobil boros emisi? Penggunaan mobil listrik ini jadi statement kalau Kaltim serius soal isu lingkungan.

Sudah Lewat Jalur Legal?

Buat kamu yang skeptis soal transparansi, pengadaan ini diklaim sudah lewat verifikasi anggaran yang sah dan diawasi ketat oleh DPRD. Jadi, secara regulasi, nggak ada aturan yang ditabrak. Plus, menggunakan mobil tua yang rawan mogok saat blusukan ke pedalaman justru dianggap berisiko buat keselamatan pemimpin. (ant,one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *