Misi Ambisius Kaltim 2026: Pangkas Angka Kemiskinan ke Level 3 Persen!
Samarinda,nusaetamnews.com: Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) lagi pasang target tinggi tahun ini. Gak tanggung-tanggung, mereka berambisi menekan angka kemiskinan dari 5,17% menjadi kisaran 3% saja pada 2026.
Kepala Dinsos Kaltim, Andi Muhammad Ishak, menyebut misi ini adalah prioritas utama sesuai mandat rencana pembangunan daerah. Strateginya pun sudah disiapkan matang lewat empat pilar utama.
1. Modal Usaha “Suntikan” Rp5 Juta buat KPM
Dinsos gak mau cuma kasih bantuan konsumtif. Strategi pertama adalah menaikkan pendapatan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) lewat Bantuan Usaha Ekonomi Produktif.
- Bantuan: Modal usaha senilai Rp5 juta per keluarga.
- Target: Tahap awal menyasar 1.000 keluarga, dan diusahakan naik jadi 1.500 keluarga lewat anggaran perubahan.
- Goal: Agar warga prasejahtera bisa mandiri secara ekonomi dan punya income tetap.
2. Rehabilitasi & Skill-Up Disabilitas di Rapak Dalam
Layanan sosial juga di-upgrade. Pemerintah kini mulai mengoperasikan panti penyandang disabilitas baru di kawasan Rapak Dalam.
Fasilitas ini punya kapasitas hingga 200 orang dan bukan cuma jadi tempat tinggal, tapi juga sebagai pusat pelatihan keterampilan. Harapannya, teman-teman disabilitas punya skill yang kompetitif di dunia kerja.
3. Ekosistem Sosial Berbasis Relawan
Strategi ketiga adalah memperkuat peran relawan dan pekerja sosial. Dinsos ingin membangun ekosistem sosial yang terpadu, di mana masyarakat saling bantu dan pemberdayaan berjalan dari level akar rumput.
4. “Break the Cycle” Lewat Sekolah Rakyat
Ini yang paling krusial: Memutus rantai kemiskinan lewat pendidikan. Dinsos bersinergi dengan pemerintah pusat meluncurkan program Sekolah Rakyat.
- Sasaran: Anak-anak dari keluarga miskin ekstrem (Desil I dan II).
- Fasilitas: Pemerintah pusat menggelontorkan dana jumbo Rp200 miliar untuk satu gedung sekolah permanen berkapasitas 1.000 siswa.
- Lokasi Baru: Pembangunan bakal ekspansi ke tiga lokasi tambahan, yaitu Bukit Biru (Kukar), Lawe-Lawe (PPU), dan Bontang dalam periode 2026–2027.
“Target penurunan ini menjadi prioritas utama kami. Kami ingin memastikan anak-anak dari keluarga miskin mendapatkan akses pendidikan berkualitas agar mereka bisa mengubah nasib keluarga di masa depan,” tegas Andi Muhammad Ishak. (ant/one)