Subscribe

Misi 20.000 Hektare: Kaltim “Gas Pol” Cetak Sawah Baru Demi Swasembada Beras 2026!

2 minutes read

SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) lagi nggak main-main soal urusan perut warga. Targetnya ambisius: Swasembada Beras pada 2026! Tapi, ada tantangan besar yang harus dikejar karena progresnya dinilai masih agak “lemot”.

Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, terang-terangan memberikan kritik saat menerima audiensi kelompok tani, Jumat (23/1). Dari target 20.000 hektare sawah baru, realisasinya ternyata baru menyentuh angka 6.600 hektare.

“Waktu kita tinggal sekitar 10 bulan lagi. Kalau target ini tercapai dan bisa panen dua kali setahun, kita bisa produksi sampai 400 ribu ton beras per tahun!” tegas Seno Aji.

Kenapa Harus Buru-Buru?

Bukan cuma soal swasembada, ada faktor Ibu Kota Nusantara (IKN) yang jadi alasan utama. Kehadiran IKN otomatis bikin penduduk dari Jawa, Sulawesi, hingga Sumatra berdatangan ke Kaltim. Makin banyak penduduk, makin tinggi kebutuhan nasi di piring kita, kan?

The Challenges & The Tech Solution

Petani di lapangan curhat soal luasan sawah yang menyusut sampai masalah air Sungai Mahakam yang sering nggak menentu. Tapi, Wagub punya bukti kalau hambatan itu bisa dikalahkan dengan teknologi.

Contoh suksesnya ada di Bukit Biru, Samarinda. Dengan lahan cuma 10 hektare, mereka bisa panen 6,8 ton berkat:

  • Mekanisasi Pertanian: Pakai mesin canggih.
  • Drone Power: Pemupukan nggak lagi manual, tapi pakai drone.
  • High-Tech Mapping: Pemetaan lahan yang akurat.

Peta Sebaran Sawah Baru (Update 2026):

Kementerian Pertanian sudah bagi-bagi jatah “lahan tempur” nih:

  1. Kutai Barat: 11.500 Hektare (Paling jumbo!)
  2. Kutai Kartanegara: 6.500 Hektare
  3. Berau: 2.000 Hektare (Berstatus clear dan sudah tahap desain)

Plot Twist: Rebutan Lahan?

Kepala Dinas Pangan Kaltim, Fahmi Himawan, lagi kerja keras melakukan verifikasi ketat. Masalahnya, dari 3,6 juta hektare kawasan pertanian di Kaltim, banyak yang justru sudah dicap buat perkebunan di tingkat kabupaten/kota. Jadi, tim provinsi harus super teliti biar lahan sawah nggak “bertabrakan” sama izin kebun.

Dengan demikian, Program cetak sawah ini adalah pertaruhan besar. Kalau gagal percepatan, swasembada cuma jadi mimpi, dan Kaltim bakal keteteran kasih makan penduduk yang terus bertambah. (Ray)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *