Meski Bukan Sekolah Kedinasan, Lulusan S1 PIN Pasti Dibutuhkan
SAMARINDA — Bekas gedung Dinas Pekerjaan Umum di Jalan Kelian kini berubah wajah. Bangunan yang dulu identik dengan urusan proyek dan infrastruktur itu resmi menjadi ruang belajar mahasiswa Program S1 Pemerintahan Integratif (PIN) Universitas Mulawarman (Unmul), Jumat (30/1/2026). Rehabilitasi kampus ini sendiri dilakukan bertahap sejak 2024.
Peresmian dilakukan Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji. Seno menegaskan, program studi ini tetap relevan untuk kebutuhan pemerintahan daerah, meski tidak berstatus ikatan dinas seperti IPDN.
“Walaupun bukan sekolah kedinasan, bukan berarti lulusannya tidak punya ruang. Pemerintah daerah tetap membutuhkan SDM yang paham tata kelola pemerintahan,” kata Seno.
Menurut Ketua DPD Partai Gerindra Kaltim itu, tantangan birokrasi ke depan justru menuntut aparatur yang adaptif, memahami integrasi kebijakan, serta mampu bekerja lintas sektor. Di sinilah lulusan S1 PIN dinilai memiliki peluang.
Mereka diproyeksikan bisa mengisi berbagai level pemerintahan, baik di kabupaten/kota se-Kaltim maupun wilayah Kalimantan lainnya.
Pesan itu sekaligus menjawab keraguan sebagian kalangan yang kerap mengukur masa depan lulusan pemerintahan dari status ikatan dinas semata. Seno menekankan, kompetensi dan kualitas tetap menjadi penentu.
Kepala Dinas PUPR Kaltim, AM Fitra Firnanda menjelaskan tahap pertama dimulai pada 2024 dan berlanjut tahap kedua pada 2025. Hasilnya, kompleks tersebut kini dilengkapi gedung administrasi, ruang kuliah empat lantai, gedung serbaguna, asrama putra tiga lantai, asrama putri dua lantai, hingga pos jaga.
Transformasi fisik itu diharapkan berbanding lurus dengan peningkatan kualitas akademik. Dengan fasilitas yang lebih memadai, mahasiswa diharapkan tak hanya belajar teori pemerintahan, tetapi juga ditempa dengan perspektif praktis yang dibutuhkan daerah.
Di tengah posisi Kaltim sebagai penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), kebutuhan aparatur yang memahami dinamika pemerintahan lokal dan regional semakin mendesak. Kampus ini, setidaknya, menjadi salah satu jawaban untuk menyiapkan sumber daya manusia yang tak sekadar mengisi jabatan, tetapi mampu bekerja dan beradaptasi dengan perubahan.
Peresmian itu turut dihadiri sejumlah pejabat Pemprov Kaltim, anggota DPRD, serta sivitas akademika Unmul. Namun yang paling berkepentingan tentu para mahasiswa. Merekalah yang akan menghidupkan gedung baru ini dengan diskusi, riset dan gagasan tentang masa depan pemerintahan di daerah.