Mentan Amran Soal Impor Beras 1.000 Ton dari AS: “Ini Beras Khusus Buat Turis & Investor, Bukan Konsumsi Harian”
Jakarta, nusaetamnews.com : Rencana impor 1.000 ton beras dari Amerika Serikat (AS) sempat bikin publik bertanya-tanya soal status swasembada pangan kita. Menanggapi hal itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman langsung angkat bicara dan memberikan klarifikasi agar tidak terjadi salah paham.
Amran menegaskan bahwa beras yang akan didatangkan bukan beras sembarangan, melainkan beras khusus untuk segmen pasar tertentu.
Demi “Taste” Turis Mancanegara
Mentan menjelaskan bahwa beras yang akan diimpor adalah jenis Basmati. Beras ini punya target pasar yang spesifik, yaitu hotel, restoran mewah, wisatawan mancanegara, hingga investor asing yang terbiasa dengan cita rasa tersebut.
“Itu beras khusus karena jenis Basmati, sesuai dengan selera turis dan investor yang datang ke sini. Jadi, taste-nya memang buat mereka,” ujar Amran di sela acara pelepasan ekspor unggas di Jakarta, Selasa.
Ia menganalogikan hal ini dengan jamaah haji kita di Arab Saudi. Meski di sana banyak beras lokal, jamaah Indonesia tetap lebih suka mencari beras pulen asal Cianjur karena sudah cocok di lidah.
Ekspor Kita Malah Lebih Gede!
Buat kamu yang khawatir swasembada kita terganggu, Amran punya data penyeimbang. Ternyata, Indonesia justru bakal ekspor beras sebanyak 2.280 ton ke Arab Saudi dalam waktu dekat.
Angka ekspor ini jauh lebih besar ketimbang rencana impor beras Basmati tadi. Beras yang bakal dikirim ke Tanah Suci adalah beras premium produksi petani lokal yang bakal dikelola oleh Perum Bulog untuk kebutuhan jamaah haji Indonesia di sana.
Poin Penting yang Perlu Kamu Tahu:
- Impor (1.000 Ton): Beras Basmati (beras khusus) buat turis/hotel.
- Ekspor (2.280 Ton): Beras Premium lokal buat jamaah haji di Arab Saudi.
- Status: Neraca perdagangan beras tetap surplus, dan pemerintah tetap percaya diri dengan produksi domestik.
“Penting buat publik paham bedanya beras khusus impor dan beras premium ekspor, biar nggak ada persepsi yang keliru soal kebijakan pangan kita,” tambah Amran.
Sambil bicara soal beras, Mentan juga pamer aksi ekspor produk unggas sebanyak 545 ton senilai Rp18,2 miliar ke Jepang, Singapura, dan Timor Leste. Bukti kalau produk pertanian kita makin berkelas di pasar global! (ant/one)