Menlu Sugiono Matangkan Pasukan Perdamaian ke Gaza Bareng Yordania
JAKARTA, nusaetamnews,com : Indonesia serius menggarap rencana pengiriman pasukan perdamaian ke Gaza. Menlu Sugiono menggarisbawahi, kunci sukses rencana ini ada pada koordinasi intensif dengan negara-negara tetangga Palestina, terutama Yordania.
Pernyataan ini muncul setelah pertemuan bilateral strategis antara Presiden Prabowo Subianto dan Raja Kerajaan Hasyimiyah Yordania, Raja Abdullah II ibn Al Hussein, di Istana Merdeka, Jumat.
“Kita akan terus melakukan koordinasi dengan negara-negara yang ada di sekitar Palestina, khususnya Yordania, yang kita sebut kemarin ‘group of New York’ untuk menentukan nanti keputusan terakhirnya seperti apa,” ujar Sugiono.
Menlu menegaskan bahwa semua langkah diplomatik dan teknis pengiriman pasukan masih dalam tahap pematangan dan koordinasi non-stop.
Hubungan Personal Touch: Prabowo & Raja Abdullah Best Friend Forever
Kunjungan kenegaraan Raja Abdullah II dinilai sangat strategis, bukan hanya karena isu Gaza, tapi juga karena chemistry antar pemimpin.
Sugiono mengungkap, hubungan Prabowo dan Raja Abdullah II lebih dari sekadar diplomatik formal, melainkan persahabatan lama sejak masa muda!
“Keduanya juga merupakan sahabat lama yang sejak masa mudanya sudah saling mengenal. Kemudian dulu juga waktu Bapak Presiden masih aktif di tentara, selalu melaksanakan kerja sama dan latihan-latihan militer dengan Kerajaan Yordania,” ungkap Menlu, memberikan personal touch pada hubungan bilateral ini.
Fokus Deal Strategis: Ekonomi & Militer
Selain membahas krisis Timur Tengah dan Gaza, pertemuan ini juga menelurkan rencana kerja sama konkret di dua sektor utama:
Ekonomi Upgrade: Raja Abdullah II dijadwalkan mengunjungi Danantara Indonesia. Fokus pembicaraan: peningkatan kerja sama yang lebih intensif, termasuk komoditas krusial fosfat.
Pertahanan & Keamanan: Indonesia dan Yordania sepakat untuk meningkatkan kerja sama pelatihan militer ala sahabat lama, memperkuat kapabilitas pertahanan kedua negara.
Intinya: Hubungan personal antara Presiden Prabowo dan Raja Abdullah II menjadi modal diplomatik yang kuat bagi Indonesia untuk memajukan agenda perdamaian di Gaza dan meningkatkan kerja sama strategis. (ant/one)