Subscribe

Menko Polkam Lihat Kemajuan Pembangunan IKN

2 minutes read

IKN – Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) terus bergerak. Di lapangan, struktur pemerintahan mulai terbentuk, fasilitas dasar berdiri dan rencana tahap lanjutan disiapkan.

Menteri Koordinator Politik dan Keamanan Djamari Chaniago meninjau langsung progres kawasan inti bersama Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud dan Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono, Selasa (3/3/2026).

Rombongan menyusuri Kawasan Inti Pusat Pemerintahan, mulai dari Istana Negara, Kantor Otorita IKN, Rumah Sakit Kementerian Kesehatan, Rumah Tapak Jabatan Menteri, Rusun ASN 2, kawasan sekolah dasar hingga Pasar IKN.

Dari Plaza Pandang Istana, dipaparkan pula rencana pembangunan Mabes TNI dan Mabes Polri yang menjadi bagian penting penguatan fungsi pertahanan dan keamanan di ibu kota baru.

Kunjungan itu tak hanya simbolis. Di Istana Negara, rombongan menerima paparan teknis terkait arah pengembangan kawasan dan tahapan pemindahan instansi. Menurut Djamari, progres yang terlihat menunjukkan IKN tidak lagi sebatas konsep di atas kertas.

“Perencanaannya matang dan keberlanjutannya jelas. Ini akan menjadi kebanggaan bersama,” ujarnya.

Ia menilai kesiapan fasilitas dasar menjadi kunci agar kementerian dan lembaga segera bisa berkantor di IKN. Rumah sakit, hunian ASN, sekolah, hingga pasar disebut sudah tersedia dan terus disempurnakan.

Infrastruktur akses juga dipercepat agar mobilitas pegawai dan masyarakat tidak terkendala.

Sebelum peninjauan, Menko Polkam menanam pohon di Plaza Bhinneka sebagai penegasan komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan. Sebuah pesan bahwa IKN dibangun bukan hanya untuk hari ini, tetapi untuk jangka panjang.

Bagi Pemprov Kaltim, momentum ini penting. Gubernur Rudy Mas’ud menegaskan dukungan daerah tak akan surut, termasuk untuk pembangunan Mabes TNI dan Mabes Polri. Ia menyebut kehadiran IKN harus memberi dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi dan percepatan pembangunan wilayah sekitar.
IKN kini memasuki fase krusial, memastikan gedung yang berdiri diikuti aktivitas pemerintahan yang nyata. Jika konsisten, Ibu Kota Nusantara bukan sekadar ibu kota baru, melainkan simbol arah baru tata kelola negara, lebih modern, terencana dan terintegrasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *