Subscribe

Membedah ‘Ekonomi Sirkular’ PKT: Limbah Jadi Cuan, CO2 Jadi Bahan Baku

3 minutes read

Konsep Ekonomi Sirkular (Circular Economy) adalah sistem yang dirancang untuk menghilangkan limbah dan polusi, menjaga produk dan material tetap digunakan, serta meregenerasi sistem alam. Intinya: tidak ada yang terbuang sia-sia (Zero Waste).

Dalam konteks PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT), penerapan konsep ini sangat luas, tidak hanya pada pabrik soda ash yang memanfaatkan CO2, tapi juga pada program pemberdayaan masyarakatnya:

1. Ekonomi Sirkular di Pabrik Soda Ash

  • Pemanfaatan CO2 (Carbon Capture Utilization): Pabrik soda ash ini dirancang untuk memanfaatkan 170.000 ton CO2 sebagai bahan baku. Biasanya, CO2 adalah produk sampingan yang dibuang ke atmosfer (emisi). Dengan memanfaatkannya kembali, PKT mengurangi jejak karbonnya secara signifikan sambil mengubah limbah menjadi produk bernilai tinggi (soda ash). Ini adalah contoh konkret model pembangunan industri hijau.

2. Ekonomi Sirkular di Masyarakat (Program PKT BISA)

PKT juga menerapkan circular economy melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang terpadu, seperti Pertanian Kompos Terpadu untuk Babadan Inovatif dan Sejahtera (PKT BISA):

Sektor Siklus Ekonomi Sirkular Manfaat
Pertanian Menggunakan pupuk kompos yang diolah dari limbah organik (daun, sisa tanaman). Menekan biaya produksi, meningkatkan kesuburan tanah, dan mengurangi limbah pertanian.
Peternakan Kotoran ternak (sapi/kambing) diolah menjadi bahan dasar pupuk organik (kompos/biogas). Menambah nilai kotoran ternak (yang tadinya limbah) menjadi sumber daya baru.
Perikanan Hasil perikanan diintegrasikan ke rantai nilai (misalnya diolah UMKM), dan limbahnya diolah. Menciptakan siklus ekonomi lokal yang efisien dan berkelanjutan.

Singkatnya, limbah dari satu kegiatan menjadi bahan baku untuk kegiatan lain. Inilah yang membuat PKT menjadi teladan karena mampu menyelaraskan bisnis inti dengan dampak sosial dan lingkungan (pendekatan ESGEnvironment, Social, and Governance).

Contoh Industri Berkelanjutan Lain di Kaltim

Selain PKT, Pemerintah Provinsi Kaltim juga terus mendorong industri lain untuk mengadopsi prinsip berkelanjutan, terutama yang berkaitan dengan energi baru terbarukan dan hilirisasi ramah lingkungan:

  • Pengembangan Energi Terbarukan: Ada proyek-proyek yang ditawarkan Pemprov Kaltim, salah satunya terkait Infrastruktur Energi Terbarukan (Limbah) untuk Industri Kimia di Kariangau, Balikpapan. Ini menunjukkan upaya mengubah limbah menjadi sumber energi yang mendukung sektor industri.
  • Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS): Rencana pembangunan PLTS di beberapa wilayah, seperti Penajam Paser Utara, adalah upaya konkret untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil dan mendukung energi bersih di Kaltim.
  • Pengembangan Sektor Industri Hijau: Pemerintah terus menawarkan peluang investasi pada industri-industri yang memiliki nilai tambah tinggi dan ramah lingkungan, seperti Industri Fatty Amine di Bontang.
  • Budidaya Terintegrasi: Proyek seperti Budidaya Udang Terintegrasi di Samboja dan Peternakan Unggas Terintegrasi di Balikpapan dan Samboja juga mengarah pada pembangunan sektor pangan yang lebih efisien dan dikelola secara berkelanjutan, meminimalkan limbah dan mengoptimalkan hasil.

Semua inisiatif ini menunjukkan transformasi Kaltim untuk tidak hanya mengandalkan sumber daya mentah, tetapi bergerak menuju industri bernilai tambah yang berkelanjutan sejalan dengan statusnya sebagai penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).  (0ne)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *