Subscribe

Mahasiswi Jualan “Jasa” Online? Dinsos Kaltim Go Beyond Kasih Skill Biar Gak Balik Kriminal!

2 minutes read

Samarinda, nusaetamnew.com : — Isu underground “ayam kampus” di Kota Tepian, Samarinda, memang gak ada matinya. Tapi, setelah Polisi gerebek jaringan prostitusi online yang melibatkan sejumlah mahasiswa/mahasiswi, Dinas Sosial (Dinsos) Kalimantan Timur (Kaltim) bergerak cepat dengan program keren buat mereka yang terjerumus.

Intinya, gak cuma dihukum, tapi juga dikasih jalan buat comeback secara elegan.

The Real Problem: Tekanan Gaya Hidup Bikin Mahasiswa Ngelapak Jasa

Dari berbagai kasus yang diungkap Polresta Samarinda, terkonfirmasi bahwa tekanan ekonomi dan keinginan memenuhi gaya hidup hype jadi pemicu utama. Mirisnya, beberapa di antara mereka bahkan ada yang berperan sebagai mucikari alias makelar yang menjual teman sesama mahasiswa.

Mereka nggak lagi mangkal di tempat gelap, tapi beroperasi 100% online via aplikasi chat kayak MiChat dan WhatsApp. Polisi pun enggak tinggal diam, Unit PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak) gencar melakukan Patroli Siber untuk memutus jaringan TPPO (Tindak Pidana Perdagangan Orang) digital ini.

“Keterlibatan mahasiswa ini sangat memprihatinkan. Mereka dijerat UU TPPO. Tapi Dinsos juga harus all out siapkan program agar mereka gak balik ke lubang yang sama,” ujar seorang pegiat sosial di Samarinda.

Upgrade Skill Dinsos: No More Balik Kriminal!

Dinas Sosial Kaltim, melalui UPTD Panti Sosial Karya Wanita (PSKW) Harapan Mulia di Samarinda, menjalankan program pembinaan intensif. Bye-bye kehidupan gelap, Hello modal skill mandiri!

  • Jurusan Hype: Pelatihan yang diberikan gak cuma teori. PSKW menyediakan workshop di bidang Tata Boga (kuliner) dan Tata Busana/Fashion Design. Tujuannya jelas, biar mantan (PSK) punya skill yang laku di pasar kerja atau bisa buka usaha mandiri.
  • Full Support: Program ini mencakup bimbingan mental, spiritual, dan sosial selama berhari-hari. Setelah lulus, mereka bahkan diberi bantuan stimulan (modal usaha) sesuai skill yang didapat.
  • Zero Tolerance IKN: Dengan ancaman IKN yang bisa menarik lebih banyak pendatang dan potensi meningkatnya kasus, Dinsos dan Kepolisian Kaltim berkomitmen meningkatkan pengawasan dan pembinaan, memastikan area Samarinda tetap kondusif.

Pesan Penting: Panti ini menjadi rumah aman untuk re-start hidup, bukan sekadar penampungan. Dinsos Kaltim berharap dengan bekal skill ini, stigma negatif bisa hilang dan para wanita rentan ini bisa survive di kehidupan normal. One

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *