Subscribe

Mahasiswa Kaltim Wajib Nge-gas Nalar Kritis! DPR RI Soroti Produktivitas Riset Indonesia yang ‘Cuma 2,4’

2 minutes read

SAMARINDA, nusaetamnews.com:  Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, melayangkan tantangan serius kepada mahasiswa baru Kalimantan Timur: Bangun nalar kritis dan budaya riset yang kuat. Tujuannya? Agar Kaltim bisa ikut mendongkrak inovasi nasional yang saat ini dianggap masih jalan di tempat.

Dalam Lokakarya Penguatan Kapasitas Pengguna Riset dan Inovasi untuk Masyarakat (PKPRIM), Hetifah menekankan bahwa kemampuan riset bukan sekadar formalitas, melainkan fondasi untuk berpikir analitis secara mendalam.

Data Merah Kualitas Riset Indonesia

Meskipun Global Innovation Index Indonesia naik ke posisi 54 pada 2024, Hetifah menyoroti adanya kesenjangan kualitas signifikan, terutama dalam indikator penciptaan pengetahuan baru.

Indikator Riset Skor Indonesia Standar Global
Skor Sitasi Jurnal Internasional 2,4 88,3
Anggaran Riset Nasional (dari PDB) 0,3% 4,3% (Korea Selatan)

Hetifah mewanti-wanti mahasiswa agar menguasai tujuh langkah berpikir ilmiah, mulai dari perumusan masalah hingga publikasi, sebagai modal utama intelektual.

Etika AI: Teknologi Bukan untuk Copy-Paste Otak

Sejalan dengan perkembangan zaman, Ketua Komisi X ini juga memberikan warning keras terkait etika penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam karya ilmiah.

Hetifah menegaskan bahwa teknologi AI hanya boleh digunakan untuk membantu menyusun kerangka atau menyunting tata bahasa, bukan untuk mengambil alih proses berpikir penulis.

BRIDA Kaltim Siap Cetak Periset Muda

Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kaltim, Fitriansyah, mengapresiasi dukungan legislatif tersebut, menilai langkah ini sejalan dengan visi daerah dalam mencetak ribuan periset muda.

“Melalui penguatan metodologi dan etika ini, kami berharap mahasiswa dapat menjadi agen perubahan yang mampu memverifikasi fakta di tengah banjir informasi,” tutup Fitriansyah. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *