Subscribe

Magnet Orang Utan! Kunjungan Turis Asing ke Taman Nasional Kutai Melonjak Tajam di 2025

2 minutes read

SANGATTA, nusaetamnews.com : Taman Nasional Kutai (TNK) di Kalimantan Timur makin mengukuhkan posisinya sebagai destinasi world-class bagi para pencinta alam. Sepanjang tahun 2025, tercatat sebanyak 658 wisatawan mancanegara (wisman) terbang jauh-jauh ke Kutim demi merasakan sensasi petualangan di jantung hutan Kalimantan.

Kasubbag Tata Usaha Balai Taman Nasional Kutai (BTNK), Kristina Nainggolan, menyebutkan bahwa angka ini menunjukkan tren positif yang terus menanjak dalam tiga tahun terakhir.

Grafik Kunjungan Turis Asing (2023-2025)

Tren back to nature tampaknya benar-benar menjadi gaya hidup baru para traveler dunia:

  • 2023: 475 Wisman
  • 2024: 482 Wisman
  • 2025: 658 Wisman (Melonjak signifikan!)

“Wisatawan sekarang lebih aware soal lingkungan. Mereka lebih memilih wisata alam terbuka dan ingin belajar langsung tentang ekosistem hutan lindung,” ujar Kristina, Rabu (21/1).

Prevab: “Rumah” Orang Utan yang Jadi Primadona

Gak bisa dimungkiri, Orang Utan tetap menjadi magnet utama yang tak tergantikan. Sekitar 90% turis asing langsung menuju kawasan Prevab sebagai tujuan utama mereka. Di sini, mereka bisa melihat langsung primata ikonik Kalimantan ini di habitat aslinya melalui paket wisata terbatas.

Strict Rules: Alam Tetap Nomor Satu

Meski kunjungan meningkat, pengelola TNK nggak mau kompromi soal kelestarian alam. Ada aturan main yang ketat buat para pengunjung:

  1. Kuota Terbatas: Jumlah pengunjung harian dibatasi agar hutan tidak “stres”.
  2. Jadwal Ketat: Waktu trekking diatur sedemikian rupa agar tidak mengganggu siklus hidup satwa liar.
  3. Edukasi: Wisatawan diajak untuk menjadi bagian dari konservasi, bukan sekadar penonton.

Bukan Cuma Wisata, Tapi Juga Investasi Lingkungan

Lonjakan turis ini juga membawa dampak positif bagi kas negara. Selama tahun 2025, Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari TNK menembus angka Rp609 juta. Cuan terbesar datang dari tiket wisata alam dan berbagai kegiatan penelitian internasional.

“Taman Nasional Kutai kini bertransformasi. Bukan sekadar tempat foto-foto, tapi sudah jadi pusat pendidikan lingkungan kelas dunia,” tambah Kristina. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *