Lulusan SMK Kaltim ‘Siap Tempur’: Sertifikasi Kompetensi Digeber!
Standar SKKNI dan Industri Jadi Kunci Generasi Emas Kaltim
SAMARINDA, nusaetamnews.com : Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Timur sedang serius memperkuat daya saing lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Caranya? Memfasilitasi uji sertifikasi kompetensi yang mengacu langsung pada standar industri nasional.
Kepala Bidang Pembinaan SMK Disdikbud Kaltim, Surasa, menyatakan bahwa langkah ini adalah bagian penting dari visi Kaltim Sukses Menuju Generasi Emas 2025–2030.
“Sertifikasi kompetensi ini merupakan bagian penting dalam mewujudkan visi Gubernur Kalimantan Timur 2025–2030,” kata Surasa di Samarinda, Sabtu.
Rapat Koordinasi Fasilitasi Uji Sertifikasi Kompetensi (USK) digelar untuk memastikan pelaksanaan sertifikasi bagi peserta didik berjalan optimal di tahun mendatang. Program ini sejalan dengan prioritas nasional untuk melahirkan SDM unggul yang memiliki bukti keahlian resmi dan diakui negara.
Standar Uji: SKKNI Hingga Internasional
Proses sertifikasi akan dilakukan secara sistematis melalui uji materi dan praktik yang ketat. Surasa memastikan acuan pengujian yang digunakan sangat relevan:
- Standar Nasional: Mengikuti Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) agar linier dengan kebutuhan pembangunan dalam negeri.
- Standar Global: Materi uji juga akan mengadopsi standar internasional atau standar khusus yang relevan dengan perkembangan teknologi terkini.
Tiga Level LSP Dikerahkan Menjangkau Seluruh Jurusan
Untuk menjangkau seluruh spesifikasi kejuruan siswa, pelaksanaan teknis USK akan melibatkan tiga jenis Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP):
| Lembaga | Keterangan | Target |
| LSP P1 | Berada langsung di satuan pendidikan SMK. | Menguji kompetensi siswa di sekolahnya sendiri. |
| LSP P2 | Di bawah otoritas dinas pendidikan. | Melayani lingkup yang lebih luas antar sekolah. |
| LSP P3 | Dibentuk oleh asosiasi industri/profesi. | Memberikan pengakuan keahlian yang lebih spesifik dan diakui industri. |
Pemerintah menargetkan program ini mampu meningkatkan akses serta relevansi pendidikan vokasi dengan kebutuhan pasar kerja yang sangat dinamis.
DUDI Wajib Ikut Campur!
Uji kompetensi ini juga bertujuan mendorong keterlibatan lebih dalam dari Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) dalam pengembangan kurikulum.
“Sinergi dengan pihak industri menjadi kunci agar lulusan SMK tidak hanya pandai berteori, namun juga terampil mengeksekusi pekerjaan di lapangan,” jelas Surasa.
Dengan sertifikasi yang terstandarisasi, lulusan SMK Kaltim diharapkan benar-benar siap menyongsong peluang kerja di tengah pertumbuhan industri Kaltim yang pesat. (ant/one)