Level Up! Pemkab Berau Dorong BUMDes Punya Sekretariat Biar Makin Profesional & Cuan
Tanjung Redeb, nusaetamnews.com : Pemerintah Kabupaten Berau lagi serius banget nih buat scale up ekonomi desa. Salah satu jurus jitunya adalah dengan memperkuat peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes)—atau di Berau akrab disebut BUMKam (Badan Usaha Milik Kampung)—lewat penyediaan gedung sekretariat yang representatif.
Sekretaris Kabupaten Berau, Muhammad Said, menegaskan kalau sekretariat itu bukan cuma soal bangunan fisik, tapi “markas komando” buat operasional bisnis yang lebih tertata.
“Sekretariat BUMDes itu krusial buat mendukung operasional dan efektivitas usaha. Mulai dari urusan administrasi, teknis, koordinasi pengurus, sampai manajemen keuangan, semua berpusat di sana,” ujar Said di Tanjung Redeb, Senin (9/2).
Bukan Sekadar Kantor, Tapi Hub Ekonomi
Targetnya jelas: BUMKam harus jadi pusat pengelolaan usaha yang profesional, transparan, dan berkelanjutan. Kalau dikelola dengan gaya modern, BUMKam dipercaya bisa jadi mesin penggerak ekonomi lokal yang mampu:
- Membuka lapangan kerja baru buat warga lokal.
- Menciptakan peluang usaha yang kreatif.
- Nyumbang Pendapatan Asli Kampung (PAK) secara nyata.
Faktanya, dari 100 kampung di Berau, 99 di antaranya sudah punya BUMKam. Meski begitu, tantangannya adalah memastikan semuanya aktif dan menghasilkan profit.
Infrastruktur Baru di Pegat Bukur: Sekretariat & Jembatan Tani
Gerak cepat Pemkab Berau juga terlihat saat Said meresmikan Sekretariat BUMKam sekaligus Jembatan Usaha Tani di Kampung Pegat Bukur, Kecamatan Sambaliung, Jumat (6/2).
Bagi para petani, kehadiran jembatan ini adalah game changer. Fungsinya strategis banget buat:
- Memangkas waktu tempuh transportasi hasil tani.
- Menekan biaya produksi biar nggak boncos di ongkos angkut.
- Meningkatkan nilai jual komoditas pertanian karena distribusi yang lebih cepat dan efisien.
Pesan buat Pengurus: Jangan Cuma Bangun Fisik, Update Skill Juga!
Di akhir pernyataannya, Said menitipkan pesan penting buat para pengurus BUMKam. Menurutnya, aset fisik yang keren bakal sia-sia kalau SDM-nya nggak punya mindset yang tepat.
“Pembangunan itu nggak cuma soal fisik. Harus dibarengi dengan peningkatan skill SDM supaya lebih jeli melihat potensi unik di kampung masing-masing. Pengurus harus makin aktif, kreatif, dan inovatif!” pungkasnya. (ant/one)