Level Up! Dispar Kaltim Garap 13 Desa Wisata Lewat “4 Pilar Strategic” dan Gandeng Raksasa Korporasi
Samarinda, nusaetamnews.com : Dinas Pariwisata (Dispar) Kalimantan Timur (Kaltim) tengah tancap gas mengubah wajah pariwisata daerah. Lewat formula empat pilar strategis, Pemprov Kaltim menargetkan desa wisata di Bumi Etam tidak hanya sekadar destinasi musiman, tapi menjadi penggerak ekonomi yang diakui standar internasional.
Kepala Dispar Kaltim, Ririn Sari Dewi, menegaskan bahwa transformasi ini bertumpu pada penguatan kelembagaan, pemberdayaan masyarakat, infrastruktur, hingga digitalisasi.
“Kami tidak berjalan sendiri. Kunci suksesnya ada pada kolaborasi antar-sektor dan manajemen yang solid untuk menghadirkan pengalaman wisata yang autentik sekaligus edukatif,” kata Ririn di Samarinda, Rabu (1/4).
Framework 4 Pilar: Senjata Baru Desa Wisata
Strategi yang diusung Dispar Kaltim kali ini lebih terukur dan menyentuh aspek fundamental:
- Kelembagaan: Memperkuat struktur manajemen desa agar lebih profesional.
- Pemberdayaan: Upgrading kapasitas pengelola dan pelaku ekraf lokal.
- Infrastruktur & Aksesibilitas: Memperbaiki fasilitas publik tanpa menghilangkan kearifan lokal.
- Digitalisasi & Promosi: Mendorong pelaku wisata “melek teknologi” untuk marketing mandiri.
Kolaborasi Elit: Daftar 13 Desa Wisata yang “Naik Kelas”
Hingga saat ini, 13 desa wisata di Kaltim telah masuk dalam program pendampingan intensif bersama jajaran korporasi besar dan lembaga negara. Berikut sebarannya:
| Wilayah | Desa Wisata | Mitra Kolaborasi |
| Samarinda | Kampung Tenun | Bank Indonesia Kaltim |
| Balikpapan | Kang Bejo | PT PLN Nusantara Power |
| Bontang | Bontang Baru Bersinar | PT Pupuk Kalimantan Timur |
| Berau | Pulau Besing & Tanjung Batu | PT Berau Coal & PT Migas Mandiri Pratama |
| Kukar | Desa Kersik & Sumber Sari | PT Pertamina Hulu Kaltim & PT Anugerah Bara Kaltim |
| Kutim | Kaliorang & Rindang Benua | PT Indexim Coalindo & PT Kaltim Prima Coal |
| Kubar | Tanjung Isuy | OJK Kaltim |
| Paser | Klempang Sari | PT Kideco |
| PPU | Nipah-Nipah | Bank Indonesia Balikpapan |
| Mahulu | Batu Majang | Bank Kaltimtara |
Target Global
Pendampingan di 13 titik ini mencakup aspek 4A (Atraksi, Aksesibilitas, Amenitas, dan Ancillary/Kelembagaan). Ririn optimistis, dengan dukungan dari perusahaan tambang, energi, hingga sektor perbankan, desa wisata di Kaltim bisa bersaing di level nasional maupun mancanegara.
“Kita dorong mereka untuk mampu memasarkan produk unggulan secara mandiri lewat teknologi digital. Ini bukan cuma soal kunjungan, tapi soal keberlanjutan ekonomi masyarakat lokal,” pungkas Ririn. (ant/one)