Lawan Gempuran Algoritma, Wagub Kaltim Seno Aji: Patriotisme Adalah Kompas Digital Kita!
SAMARINDA , nusaetamnews.com : Di zaman sekarang, jempol mungkin jauh lebih aktif bergerak daripada kaki, dan arus informasi seringkali meluncur lebih cepat daripada logika. Fenomena “makan” mentah-mentah konten medsos ini menjadi perhatian serius Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji.
Saat menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) Konsolidasi Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Kaltim pada Selasa (20/1/2026), Seno membawa pesan kuat: Patriotisme jangan sampai tergerus algoritma.
Perang Karakter di Balik Layar Smartphone
Berdiri di hadapan para veteran yang merupakan saksi hidup sejarah kemerdekaan, Seno menegaskan bahwa musuh bangsa hari ini bukan lagi peluru, melainkan krisis identitas dan pudarnya kesadaran kebangsaan di ruang digital.
“Generasi muda kita lahir dan besar di dunia digital. Informasi masuk tanpa filter. Di sinilah nilai juang dan nasionalisme para veteran harus jadi compass (kompas) buat mereka,” ujar Seno.
Menurutnya, nilai-nilai seperti disiplin dan cinta tanah air perlu di-“rebranding” agar nyambung dengan bahasa anak muda. Harapannya, patriotisme tidak cuma jadi pajangan di buku sejarah, tapi jadi gaya hidup (lifestyle) dalam bersikap dan berperilaku sehari-hari.
Veteran Sebagai ‘Jangkar Moral’ di Tengah Hoaks
Musda LVRI kali ini bukan sekadar rapat formal organisasi. Seno menilai momen ini adalah ajang memperkuat peran veteran sebagai penjaga nilai di tengah derasnya arus disinformasi, polarisasi, dan budaya instan yang sering mengaburkan makna kebangsaan.
“Patriotisme hari ini itu bentuknya beda. Bukan soal angkat senjata, tapi keberanian menjaga persatuan, speak up melawan hoaks, dan tetap setia pada nilai kebangsaan,” tegasnya.
LVRI Harus Tetap Relevant
Senada dengan Seno, Sekjen DPP LVRI, Laksamana Madya TNI (Purn) Djoko Sumaryono, juga menekankan pentingnya adaptasi. Ia ingin LVRI tetap relevan dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan “ruh” perjuangannya.
“Nilai perjuangan harus sampai ke Gen Z dan Milenial dengan cara yang mereka pahami. Itulah tantangan besar kita sekarang,” ungkap Djoko.
Menjaga Karakter di Tengah Transformasi Kaltim
Seiring transformasi Kaltim sebagai kawasan strategis nasional (IKN), keberadaan para veteran dianggap semakin krusial sebagai jangkar moral. Musda ini menjadi ruang kolaborasi lintas generasi untuk merawat semangat juang agar tetap menyala.
Acara ini turut dihadiri oleh jajaran penting seperti Kasrem 091/ASN Kolonel Kav Rahyanto Edy Yunianto, Plh Kepala Badan Kesbangpol Kaltim Ahmad Firdaus Kurniawan, hingga perwakilan LVRI dari berbagai kabupaten/kota se-Kaltim. (ray)