Subscribe

Lawan Adiksi Gim, Kemkomdigi Rilis ‘DARA’: Ruang Curhat & Solusi Buat Generasi ‘Mabar’

2 minutes read

Jakarta, nusaetamnews.com :  Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) resmi meluncurkan Digital Addiction Response Assistance (DARA), sebuah platform konsultasi dan bimbingan khusus untuk menangani kecanduan gim pada anak dan remaja. Langkah ini diambil sebagai respons atas meningkatnya keresahan publik terkait penurunan produktivitas generasi muda akibat adiksi digital.

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menyatakan bahwa pemerintah tetap mendukung industri gim nasional, namun tidak ingin menutup mata terhadap dampak negatifnya.

Indonesia Masuk ‘Radar’ Darurat Adiksi

Data yang dipaparkan Meutya cukup mengejutkan: sekitar 33% hingga 39% siswa SMA di Indonesia terindikasi mengalami kecanduan gim tingkat sedang hingga berat. Secara global, Indonesia menduduki peringkat keempat sebagai negara dengan pemain gim terbesar.

“Indonesia berkontribusi cukup besar terhadap angka 3 persen populasi dunia yang teradiksi gim. Ini menjadi perhatian serius, terutama bagi para orang tua yang merasa anaknya mulai kurang produktif,” ujar Meutya dalam peluncuran DARA di Jakarta, Jumat (27/2).

Dari Edukasi hingga Konsultasi: Bagaimana Cara Kerjanya?

Direktur Jenderal Ekosistem Digital, Edwin Hidayat Abdullah, menjelaskan bahwa DARA dirancang sebagai one-stop solution yang bisa diakses oleh anak-anak maupun orang tua melalui situs web resmi.

Beberapa fitur unggulan DARA meliputi:

  • Chatbot Interaktif: Pengguna bisa bertanya langsung mengenai gejala kecanduan gim secara real-time.
  • Self-Assessment: Tersedia formulir penilaian untuk mengukur tingkat adiksi yang dialami secara akurat.
  • Sistem Rujukan: Jika hasil asesmen menunjukkan tingkat adiksi tinggi, sistem akan memberikan rekomendasi konsultasi lebih lanjut.
  • Booking Konselor: Pengguna bisa menjadwalkan janji temu dengan psikolog atau konselor, baik secara daring maupun tatap muka.

Melengkapi Ekosistem IGRS

Kehadiran DARA merupakan langkah lanjutan setelah Kemkomdigi meluncurkan Indonesia Game Rating System (IGRS) pada Oktober 2025 lalu. Jika IGRS berfungsi sebagai filter pencegahan (preventif) agar anak bermain gim sesuai usia, maka DARA hadir sebagai langkah penyembuhan (kuratif).

“Ada prosesnya. Dari edukatif, preventif, sampai nanti yang sifatnya kuratif, semua bisa dilaksanakan dalam satu platform DARA,” tambah Edwin. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *