Laka Maut di Sangatta: Hindari Lubang, Pengendara Motor Tewas Terlindas Bus Karyawan
SANGATTA, nusaetamnews.com : Kabar duka datang dari Jalan Yos Sudarso IV, Sangatta Utara. Sebuah kecelakaan fatal melibatkan bus operasional perusahaan tambang besar, PT KPC, dengan seorang pengendara motor pada Rabu (28/1) malam sekitar pukul 20.15 Wita.
Kapolres Kutai Timur, AKBP Fauzan Arianto, mengonfirmasi bahwa nyawa pengendara motor berinisial A (25) tidak tertolong dan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Kronologi: Gagal Hindari Lubang
Berdasarkan olah TKP dari pihak kepolisian, begini urutan kejadiannya:
- Posisi Bus: Bus Mercedes Benz putih yang dikemudikan Abdul Asis melaju dengan kecepatan sedang dari arah Bengalon.
- Posisi Motor: Korban yang mengendarai Yamaha Mio 125 datang dari arah kiri bus dengan kecepatan cukup tinggi.
- Pemicu: Korban diduga kaget dan kehilangan kendali saat mencoba menghindari lubang di jalan. Sialnya, upaya menghindar itu malah membuat korban terjatuh tepat ke jalur lintasan bus.
- Dampak: Karena jarak yang sudah terlalu dekat, kecelakaan tak terhindarkan. Korban masuk ke kolong bus dan mengalami luka berat di bagian dada serta leher.
Kondisi Jalan Jadi “Ranjau”
Kapolres Fauzan menyoroti kondisi TKP (sekitar Road 9, setelah Kantor PMI) yang memang berisiko tinggi. Jalanan di sana terpantau sempit dan banyak lubang.
Situasi makin tricky saat malam hari karena arus lalu lintas yang ramai bisa mengganggu jarak pandang pengendara. “Kondisi jalan yang rusak dan penerangan yang minim memang jadi tantangan di lokasi tersebut,” tambah Fauzan, Kamis (29/1).
Respon Cepat Kepolisian
Begitu laporan masuk via Call Center 110, tim gabungan dari Polres Kutim langsung meluncur untuk:
- Evakuasi: Membawa jasad korban ke RSUD Kudungga Sangatta.
- Atur Lalin: Personel Sat Samapta segera mengurai kemacetan panjang yang sempat terjadi pascakejadian.
- Penyelidikan: Pendataan saksi-saksi dan pengamanan kendaraan terlibat sudah dilakukan sesuai prosedur.
Pesan buat Pengguna Jalan
Kapolres mengimbau warga Sangatta dan sekitarnya untuk ekstra waspada, terutama saat melintasi jalur yang kondisinya rusak. “Keselamatan adalah yang utama. Tolong sesuaikan kecepatan dengan kondisi jalan, apalagi kalau malam hari,” tegasnya. (ant/one)