Subscribe

Kutim Go Sky High! Paralayang di Sebatik Flying Site Jadi Ikon Wisata Olahraga Baru

2 minutes read

SANGATTA,Kutai Timur, nusaetamnews.com : Kabupaten Kutai Timur (Kutim) siap ‘terbang tinggi’ di peta pariwisata. Pemerintah Kabupaten Kutim secara resmi menetapkan olahraga Paralayang sebagai salah satu ikon wisata olahraga baru yang diharapkan mampu menarik wisatawan dan mendongkrak ekonomi lokal.

“Sebatik Flying Site dengan olahraga paralayang, bukan hanya arena olahraga, tapi juga salah satu destinasi pariwisata Kutim,” ujar Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, di Sangatta, Minggu (9/11/2025).

Arena paralayang ini berlokasi di Sebatik Flying Site, Desa Suka Damai, Kecamatan Teluk Pandan. Lokasi ini diposisikan sebagai “jembatan baru” wisata olahraga Kutai Timur, melengkapi keindahan bawah laut yang sudah ada.

“Seperti halnya diving dan snorkeling yang menikmati pemandangan bawah laut di Desa Pulau Miang, Paralayang disiapkan untuk menikmati keindahan Kutai Timur dari udara,” tutur Ardiansyah.

Dari Diving ke Flying: Teluk Pandan Destinasi Sport Tourism

Penetapan Sebatik Flying Site sebagai lokasi wisata olahraga paralayang pada Jumat (7/11) lalu menandai lahirnya ekosistem wisata berbasis masyarakat yang baru di Kutim. Paralayang adalah olahraga terbang bebas menggunakan sayap kain yang lepas landas dengan kaki, cocok untuk rekreasi maupun kompetisi.

Visi Bupati jelas: “Kita ingin Teluk Pandan dikenal bukan hanya indah, tapi juga menjadi destinasi wisata olahraga unggulan di Kalimantan Timur.”

Dampak penetapan ini diharapkan langsung terasa pada peningkatan perekonomian lokal. “Kami ingin masyarakat ikut menikmati manfaat ekonomi dari kegiatan itu,” kata Ardiansyah, menekankan pentingnya Community-Based Tourism.

Infrastruktur Menjadi Kunci Utama

Antusiasme terhadap potensi Sebatik Flying Site diamini oleh Camat Teluk Pandan, Anwar. Ia melihat lokasi ini sebagai awal dari pengembangan potensi ekonomi dan pariwisata berkelanjutan.

Namun, Anwar turut menyoroti tantangan utama: Infrastruktur.

“Jika potensi Sebatik Flying Site benar-benar besar dan bisa menambah PAD, maka perlu tindak lanjut berupa peningkatan kualitas jalan masuk yang lebih aman dan memadai,” ungkapnya.

Saat ini, akses jalan menuju puncak Sebatik Flying Site masih terbatas. Jalannya berupa tanah berbatu dari Poros Trans Kalimantan. Keberhasilan pengelolaan kawasan wisata baru ini sangat bergantung pada peningkatan infrastruktur yang memadai.

Anwar berharap, penetapan Sebatik Flying Site sebagai destinasi wisata olahraga dapat memicu pembangunan infrastruktur dan meningkatkan perekonomian di wilayah Teluk Pandan. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *