Kurangi Ketergantungan Impor, Kilang Balikpapan Perkuat ‘Vibes’ Hilirisasi Petrokimia
BALIKPAPAN, nusaetamnews.com : Pertamina nggak cuma soal bensin! Melalui PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), perusahaan energi pelat merah ini resmi memperpanjang kerja sama jual beli produk petrokimia dengan PT Pertamina Petrochemical Trading (Pertachem).
Langkah strategis ini diambil buat memperkuat ekosistem hilirisasi nasional. Artinya, bahan baku plastik sampai farmasi bakal makin banyak diproduksi sendiri di dalam negeri.
Perjanjian Baru, Produk Makin Beragam
Kerja sama yang sudah terjalin sejak 2021 ini kini naik level. Selain melanjutkan jual beli produk aromatic, olefin, dan resin polytam, KPI dan Pertachem juga menyepakati penjualan produk special chemical.
“Ini adalah langkah untuk memperkuat bisnis petrokimia dan mendukung agenda hilirisasi nasional,” ujar Erwin Suryadi, Direktur Optimisasi Feedstock dan Produk KPI.
Kenapa Industri Petrokimia Itu Penting?
Mungkin kamu jarang dengar kata petrokimia, tapi produknya ada di mana-mana dalam keseharian kita. Menurut Aji Danardono, VP Commercial and Sales KPI, sektor ini menopang industri:
- Plastik & Farmasi: Kebutuhan pokok harian.
- Komposit Penerbangan: Material canggih buat pesawat.
- Energi Terbarukan: Bahan untuk teknologi ramah lingkungan.
Selama ini, pasokan bahan baku tersebut masih banyak yang “impor”. Dengan penguatan rantai pasok ini, daya saing industri lokal bakal makin oke karena ongkos produksi bisa ditekan.
Kilang Balikpapan Jadi ‘Mesin’ Utama
Kilang Balikpapan memegang peran kunci sebagai produsen bahan petrokimia utama seperti benzene, toluene, xylene, dan propylene.
- Produksi Stabil: Kerja sama ini memastikan distribusi produk-produk tersebut ke industri hilir tetap lancar dan terkoordinasi.
- Nilai Tambah: Memaksimalkan potensi produk sampingan minyak mentah menjadi barang bernilai tinggi (hilirisasi). (ant/one)