Kukuhkan Status Lumbung Pangan, Kukar Pasok 50 Persen Beras Kaltim!
TENGGARONG – Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) semakin memperkuat posisinya sebagai “tulang punggung” ketahanan pangan Kalimantan Timur. Hingga saat ini, Kukar tercatat menyumbang sekitar 50 persen kebutuhan beras bagi seluruh warga di Bumi Etam.
Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin, menegaskan bahwa dominasi ini bukan sekadar angka, melainkan bukti nyata keberhasilan transformasi sektor pertanian di wilayahnya.
Dominasi Tanpa Lawan
Data produksi padi menunjukkan Kukar konsisten berada di urutan teratas dibanding sembilan kabupaten/kota lainnya di Kaltim. Tren positif ini terlihat dalam tiga tahun terakhir:
- 2023: Kukar memproduksi 115,10 ribu ton Gabah Kering Giling (GKG) dari total 226,97 ribu ton produksi Kaltim.
- 2024: Produksi naik menjadi 122,94 ribu ton GKG.
- 2025: Dari total 270,87 ribu ton GKG di Kaltim, Kukar menyumbang 110,87 ton, jauh mengungguli Kabupaten Paser (67,65 ton) dan PPU (47,58 ton).
“Luas panen kita juga yang terbesar. Pada 2025, Kukar menyumbang 26.287 hektare dari total luas panen Kaltim yang mencapai 66.518 hektare,” jelas Rendi di Tenggarong, Jumat (10/4).
Potensi Perikanan Tembus Pasar Jawa
Tak hanya jago di sektor sawah, Kukar juga unjuk gigi di sektor perikanan. Hasil tangkapan sungai maupun laut dari Kukar dilaporkan telah menjangkau pasar di Pulau Jawa.
Namun, untuk menjaga ritme kerja nelayan, Rendi “menodong” pemerintah pusat agar memberikan dukungan infrastruktur tambahan.
“Kami sangat berharap dukungan pembangunan SPBN/SPBUN dari pemerintah pusat untuk menjamin operasional nelayan kita tetap stabil,” tambahnya.
“Curhat” Pertanian ke Kepala OIKN
Dalam momen panen padi gogo bersama Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, di Muara Jawa baru-baru ini, Rendi juga menyampaikan sejumlah tantangan di lapangan.
Ada dua poin krusial yang dibutuhkan petani Kukar saat ini untuk mendongkrak kualitas lahan:
- Suplai Kapur: Sangat krusial untuk menetralkan tingkat keasaman tanah yang tinggi di Kaltim.
- Stabilitas Pupuk: Memastikan ketersediaan pupuk agar produktivitas tidak anjlok di tengah meningkatnya kebutuhan pangan menyongsong IKN.
“Kukar punya potensi besar, tapi dukungan sarana produksi seperti pupuk dan kapur harus tetap terpenuhi agar kualitas lahan tetap prima,” tegas Rendi. (ant/one)