Subscribe

KPR Masih Jadi ‘Juru Selamat’ Warga Balikpapan Punya Rumah, Tembus Rp4,97 Triliun

2 minutes read

Balikpapan, nusaetamnews.com :  Skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) masih menjadi andalan utama warga Balikpapan untuk memiliki hunian. Bank Indonesia (BI) mencatat penyaluran KPR di Kota Minyak ini menyentuh angka Rp4,97 triliun pada penghujung 2025. Angka ini mendominasi total transaksi properti dengan porsi mencapai 78 persen.

Kepala Perwakilan BI Balikpapan, Robi Ariadi, mengungkapkan bahwa opsi cicilan jangka panjang menjadi alasan logis mengapa masyarakat enggan membeli rumah secara tunai.

“KPR tetap jadi pilihan utama karena memberikan ruang bagi masyarakat untuk mencicil dalam jangka panjang. Ini solusi di tengah harga rumah yang berada di atas kemampuan bayar tunai mayoritas keluarga,” ujar Robi, Sabtu (4/4/2026).

Pertumbuhan Stabil di Tengah Tantangan

Meski ekonomi dinamis, tren pembiayaan rumah tercatat tumbuh 4,16 persen secara tahunan (year-on-year). Menariknya, kualitas kredit tetap “sehat” dengan angka kredit bermasalah (Non-Performing Loan) yang terjaga di bawah 5 persen. Hal ini mengindikasikan bahwa daya beli dan kemampuan bayar warga Balikpapan masih cukup stabil.

Para pengembang di lapangan juga menangkap fenomena unik: pembeli rumah pertama (first-time homebuyers) cenderung mengincar tenor panjang demi menjaga cicilan bulanan tetap ramah di kantong.

Proses Administrasi & Efek IKN

Namun, perjalanan memiliki rumah bukan tanpa hambatan. Para developer mengeluhkan beberapa tantangan klasik, mulai dari:

  • Birokrasi: Proses verifikasi berkas dan administrasi yang memakan waktu.
  • Modal: Kenaikan harga bahan bangunan dan biaya perizinan yang otomatis mengerek harga jual rumah baru.

Meski pasar residensial sedikit melambat, minat terhadap rumah tapak tipe besar justru meningkat di akhir 2025. Hal ini menunjukkan segmen pasar dengan kemampuan finansial kuat masih sangat aktif mencari ruang hunian yang lebih luas.

Proyeksi 2026: Sinyal Hijau dari IKN

Menatap tahun 2026, BI memprediksi permintaan properti di Balikpapan akan semakin “pedas”. Faktor utamanya adalah berlanjutnya pembangunan IKN tahap kedua dan geliat aktivitas industri. Masifnya mobilitas pekerja ke Kalimantan Timur dipastikan akan memberikan suntikan energi bagi pasar perumahan lokal.

Dengan dominasi KPR yang belum tergoyahkan, skema pembiayaan ini dipastikan tetap menjadi tulang punggung utama industri properti di Balikpapan dalam tahun-tahun mendatang. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *