Subscribe

Kota Bontang  Melangkah Jauh dari Ketergantungan Gas Menuju Ekonomi Inklusif

4 minutes read

Nusaetamnews.com : Kota Bontang merupakan salah satu penyumbang devisa terbesar negara dari sektor industri pengolahan (LNG, Pupuk, Amoniak). Meskipun demikian, Kota ini sedang berupaya keras untuk bertransformasi dan mendiversifikasi ekonominya agar tidak terlalu bergantung pada industri besar yang berbasis sumber daya tak terbarukan.

1. Struktur Ekonomi dan Tren Pertumbuhan

Perekonomian Kota Bontang didominasi sangat kuat oleh Industri Pengolahan yang menyumbang lebih dari 78% dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) daerah. Dominasi ini datang dari tiga entitas industri raksasa: PT Badak NGL (LNG), PT Pupuk Kaltim (Pupuk dan Amoniak), dan PT Kaltim Industrial Estate (KIE).

  • Pertumbuhan Positif: Ekonomi Bontang menunjukkan tren pertumbuhan positif sejak 2021 (1,6%), melaju ke 2,46% (2022), dan mencapai 4,16% pada tahun 2023. Namun, pada tahun 2024, sempat mengalami kontraksi.
  • Tantangan Utama: Tantangannya adalah mencapai pertumbuhan ekonomi inklusif, di mana sektor non-industri pengolahan (seperti UMKM, perikanan, dan pariwisata) juga memberikan kontribusi yang signifikan, sehingga Bontang tidak hanya menjadi “Kota Karyawan” industri besar.

2. Potensi Investasi Menarik (Diversifikasi)

Pemerintah Kota Bontang secara aktif menawarkan 17 hingga 18 peluang investasi strategis, terutama yang bersifat industri hilir dan memanfaatkan potensi maritim.

A. Sektor Industri Hilir dan Maritim

Peluang Investasi Keterangan dan Daya Tarik
Industri Pengolahan Rumput Laut & Ikan Sebagai kota pesisir dengan 17 pulau, potensi perikanan dan kelautan besar. Investasi pada pabrik pengalengan ikan dan pengolahan rumput laut didorong kuat untuk semi-industrialisasi sektor maritim.
Pabrik Biodiesel & Gliserin Memanfaatkan posisi strategis Bontang di Kaltim dan ketersediaan gas sebagai energi industri. Ini sejalan dengan dorongan hilirisasi nasional.
Pabrik Pengolahan Garam & Penyulingan Air Laut Investasi di bidang pengolahan garam dan penyulingan air laut (desalinasi) yang berpotensi menyuplai kebutuhan industri dan domestik.
Pengolahan Limbah B3 Industri Mengingat adanya konsentrasi industri kimia dan energi yang tinggi (PT Badak NGL, PT Pupuk Kaltim), investasi pada pabrik pengolahan limbah menjadi sangat krusial dan memiliki pasar yang pasti.
Pergudangan dan Logistik Letak Bontang yang strategis di jalur perdagangan Kaltim, di antara Kutai Kartanegara, Samarinda, dan Kutai Timur, menjadikannya hub logistik yang ideal untuk penyimpanan barang dagangan.

B. Sektor Pariwisata dan Akomodasi

  • Investasi Hotel & Pariwisata: Kunjungan bisnis (industri) yang tinggi menjadikan sektor perhotelan sangat potensial. Selain itu, pariwisata pesisir Bontang (Kepulauan) mulai tumbuh. Pemkot secara aktif mengajak investor hotel untuk masuk, karena ekosistemnya sedang terbentuk.
  • Kawasan Industri Strategis: Kawasan seperti Bontang Lestari (luas 1.316 ha) disiapkan untuk properti dan kawasan industri, sementara Kaltim Industrial Estate (KIE) seluas 214 ha menjadi pusat industri kimia dan energi.

3. Pertumbuhan dan Kekuatan UMKM & Ekonomi Kreatif

UMKM dan Ekonomi Kreatif (Ekraf) di Bontang menunjukkan kinerja yang sangat baik, didukung oleh kolaborasi kuat dengan industri besar.

A. Data Pertumbuhan UMKM

  • Jumlah Naik Konsisten: Jumlah UMKM terus meningkat dari tahun ke tahun: 16.929 unit (2021), 19.467 unit (2023), hingga menembus 20.406 unit (2024).
  • Kredit UMKM Tertinggi: Bontang mencatatkan pertumbuhan kredit UMKM tertinggi kedua di Kaltim pada Kuartal IV 2024 sebesar 16,36% (Year-on-Year). Angka ini menunjukkan bahwa UMKM di Bontang memiliki kekuatan struktur yang solid dan risiko kredit bermasalah (NPL) yang rendah.

B. Faktor Pendukung UMKM (Model Triple Helix)

  1. Dukungan Industri Besar (CSR): Perusahaan seperti PT Pupuk Kaltim (PKT) berperan aktif dalam membina dan menyediakan akses permodalan serta pemasaran bagi pelaku UMKM. Kolaborasi ini menjadikan UMKM Bontang sebagai Magnet Investasi Mikro.
  2. Digitalisasi: Pemkot (DKUKMP) memprioritaskan pelatihan penguatan manajemen digital untuk UMKM.
  3. Produk Unggulan Lokal: Produk seperti kuliner khas, batik lokal Bontang, dan kerajinan lainnya telah mendapat tempat dan menjadi fokus pengembangan. Kecamatan Bontang Utara disebut sebagai sentra pertumbuhan ekonomi dan UMKM.

C. Ekonomi Kreatif (Ekraf)

  • Pengembangan SDM: Dispopar aktif menyelenggarakan pelatihan (misalnya pelatihan Barista) untuk mencetak SDM kreatif dan berdaya saing.
  • Wadah Kreativitas: Event seperti Gebyar Pemuda menjadi ajang bagi pelaku UMKM muda dan organisasi kepemudaan untuk berkolaborasi, berpromosi, dan membangun jejaring.

Bontang adalah kota dengan potensi investasi dualistik. Di satu sisi, investasi industri besar masih terjamin di zona KIE. Di sisi lain, peluang investasi paling menjanjikan adalah di sektor Industri Hilir Maritim (Perikanan/Rumput Laut) dan Sektor Jasa Pendukung (Perhotelan/Logistik) yang akan memanfaatkan letak strategisnya. Sementara itu, UMKM Bontang menunjukkan vitalitas yang luar biasa, menjadikannya model best practice kolaborasi industri-pemerintah-komunitas di Kaltim. (one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *