Kopi Prangat Loading… Kaltim Siap Tambah Koleksi “Paten” Komoditas Unggulan di 2026!
Benua Etam nggak cuma soal tambang! Kalimantan Timur (Kaltim) lagi serius banget memoles “harta karun” perkebunannya. Target terbaru: Kopi Prangat dari Desa Prangat Baru, Kutai Kartanegara, dijadwalkan bakal mengantongi sertifikat Indikasi Geografis (IG) pada tahun 2026.
Buat kamu yang belum tahu, sertifikat IG ini ibarat “paspor eksklusif” yang menjamin keaslian dan kualitas produk berdasarkan lokasi asalnya. Efeknya? Harga jual di pasar internasional bisa meroket!
Siapa Saja yang Sudah Punya “Paspor Eksklusif”?
Sebelum Kopi Prangat, Kaltim sudah punya tiga jagoan yang lebih dulu dipatenkan:
- Lada Putih Malonan (Kutai Kartanegara) – Pedasnya khas dan diakui dunia.
- Kakao Berau – Bahan cokelat premium incaran artisan chocolate.
- Aren Tuana Tuha (Kutai Kartanegara) – Manis alaminya juara.
Behind the Scenes: Perjuangan Kopi Prangat
Proses dapetin paten ini nggak instan, lho. Saat ini, Dinas Perkebunan (Disbun) Kaltim bareng Brida lagi gercep:
- Sosialisasi Intensif: Ngajak petani lokal buat gabung di Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis.
- Uji Lab & Dokumen: Nyari bukti ilmiah kenapa Kopi Prangat beda dari kopi lainnya.
- Kolaborasi: Sinergi bareng Kemenkumham buat urusan legalitas.
Nggak Cuma Sawit, UMKM Kebun Rakyat Juga Glow Up!
Meskipun Kelapa Sawit masih jadi raksasa dengan menguasai 95% lahan perkebunan, pemerintah nggak mau sektor lain dianaktirikan.
Disbun Kaltim lagi rajin bikin pelatihan biar petani nggak cuma jual bahan mentah. Contohnya:
- Petani Aren: Diajari bikin Gula Semut yang lebih kekinian dan awet.
- Petani Kutai Barat: Dilatih biar produknya masuk standar industri.
- Fasilitas Toko Kebun: Pusat display dan pemasaran buat produk yang sudah bersertifikat.
Business Matching: Petani Kaltim Go Global
Nggak cuma jago produksi, pemerintah juga jadi “makcomblang” lewat kegiatan business matching. Petani lokal dipertemukan langsung sama buyer skala besar dan pembeli internasional. Jadi, dari desa langsung bisa tembus pasar dunia!
“Kita ingin sektor non-sawit juga kuat. Transformasi ke produk olahan UMKM bakal kasih nilai tambah yang nyata buat warga,” ujar Taufiq Kurrahman, Kabid Pengolahan & Pemasaran Disbun Kaltim. (ant/one)