Kisah Jempolan: Heriawan, Juragan Servis Sofa Panggilan Beromzet Rp10 Juta Seminggu
Jejak Keahlian Turun Temurun yang Mengubah Wajah Bisnis Furnitur di Wisma Samarinda
Heriawan (50), seorang ayah dari dua anak yang tinggal di kawasan Wisma, Samarinda, bukanlah sosok asing di dunia reparasi furnitur. Dikenal sebagai pengusaha jasa servis sofa panggilan yang lincah dan berintegritas, ia berhasil mengubah sebuah profesi tradisional menjadi sumber penghasilan yang menggiurkan, dengan omzet kotor mencapai Rp10 juta per minggu.
Keberhasilan Heriawan tidak datang dari ruang hampa. Di tangannya, setiap jahitan, setiap pelapisan busa, adalah manifestasi dari tradisi keahlian yang telah mengakar dalam keluarganya.
Warisan Emas dari Bengkel Keluarga
Keterampilan Heriawan dalam merombak sofa, dari yang reyot menjadi seperti baru, adalah ilmu yang ia warisi langsung dari orang tuanya. Sejak kecil, ia sudah akrab dengan aroma lem, debu kayu, dan berbagai tekstur kain pelapis di bengkel ayahnya.
“Saya ini generasi kedua. Ilmu servis sofa ini murni saya dapat dari almarhum bapak,” ungkap Heriawan. “Bukan cuma saya, sebagian besar keluarga besar kami juga bergelut di bidang yang sama. Ada yang fokus bikin baru, ada yang spesialis kursi mobil. Jadi, ini sudah seperti darah daging bagi kami.”
Faktor inilah yang membuat Heriawan memiliki pemahaman mendalam tentang kualitas bahan, konstruksi rangka, hingga trik-trik yang membuat sofa awet. Warisan ini menjadi fondasi kuat yang membedakannya dari pesaing lain.
Inovasi Layanan “Panggilan” Menjadi Kunci Omzet Selangit
Berbekal warisan keahlian itu, Heriawan tidak hanya puas dengan cara kerja lama. Ia berinovasi dengan mengadopsi sistem servis panggilan atau “jemput bola”.
“Warga Samarinda kan sibuk, dan membawa sofa besar itu merepotkan. Saya memutuskan untuk membawa bengkel kecil saya langsung ke rumah pelanggan, atau saya sediakan layanan antar-jemput efisien,” jelasnya.
Layanan panggilan ini terbukti sukses besar, meningkatkan jangkauan bisnisnya dan mendongkrak omzet kotornya hingga Rp10 juta per minggu. Meskipun harus dipotong biaya operasional—untuk bahan baku, transportasi keliling Samarinda, dan gaji asisten—Heriawan bersyukur bisnis warisan ini memberinya kebebasan finansial untuk menghidupi kedua anaknya.
Kisah Heriawan adalah bukti nyata bahwa keahlian yang diwariskan dari keluarga, dipadukan dengan inovasi layanan yang sesuai dengan kebutuhan zaman, mampu menciptakan peluang sukses yang luar biasa dan rezeki yang berlimpah. (Setia Wirawan)