Subscribe

Kirim Personel ke Gaza, Kemlu Tegaskan: No Combat, Fokus Kemanusiaan!

2 minutes read

Jakarta, nusaeyamnews.com : Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) resmi memberikan lampu hijau terkait keterlibatan militer RI dalam International Stabilization Force (ISF) di Gaza. Namun, ada catatan tebal yang perlu digarisbawahi: personel Indonesia tidak akan terjun ke medan tempur.

Dalam pernyataan resminya pada Sabtu, Kemlu menegaskan bahwa misi ini murni berada di bawah kendali nasional dan berlandaskan mandat Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803 (2025) serta prinsip Politik Luar Negeri Bebas-Aktif.

National Caveats: Batasan Tegas Tanpa Kompromi

Indonesia menetapkan national caveats atau ketentuan khusus yang sangat ketat. Artinya, personel TNI di Gaza tidak bisa dikerahkan sembarangan. Berikut adalah poin-poin utamanya:

  • Non-Combat & Non-Demilitarisasi: Indonesia tidak terlibat dalam operasi serangan maupun misi pelucutan senjata.
  • Fokus Kemanusiaan: Tugas utama mencakup perlindungan warga sipil, distribusi bantuan kesehatan, rekonstruksi wilayah, hingga capacity building bagi Polisi Palestina.
  • Self-Defense Only: Penggunaan kekuatan hanya diizinkan untuk membela diri dan mempertahankan mandat secara proporsional sebagai upaya terakhir (last resort).

“Personel Indonesia tidak akan terlibat dalam tindakan apa pun yang mengarah pada konfrontasi langsung dengan pihak bersenjata mana pun,” tulis Kemlu dalam keterangannya.

Kedaulatan Palestina adalah Harga Mati

Kemlu juga memastikan bahwa kehadiran personel Indonesia harus mendapatkan persetujuan otoritas Palestina sebagai prasyarat mutlak. Area penugasan pun dikunci hanya di wilayah Gaza.

Indonesia juga mengirimkan pesan diplomasi yang kuat: partisipasi ini bukan langkah normalisasi. Kehadiran tim ISF asal Indonesia tidak bisa diartikan sebagai pengakuan politik terhadap pihak manapun selain Palestina.

Bisa ‘Cabut’ Sewaktu-waktu

Sebagai bentuk kedaulatan, Indonesia memegang kendali penuh atas durasi penugasan. Jika di lapangan ditemukan penyimpangan dari national caveats atau misi ISF mulai melenceng dari kebijakan luar negeri RI, Indonesia tidak ragu untuk menarik mundur seluruh personelnya.

Langkah ini mempertegas posisi konsisten Indonesia dalam mendukung solusi dua negara (two-state solution) demi kemerdekaan penuh Palestina. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *