Kimia Jadi Raja! Investasi PMDN Bontang Tembus Rp789 Miliar, 93% Didominasi Sektor Kimia!
BONTANG – Kabar gembira datang dari Kota Bontang, Kalimantan Timur! Realisasi investasi di Triwulan III tahun 2025 menunjukkan performa super kuat, didominasi oleh modal dalam negeri (PMDN).
Kepala DPMPTSP Kota Bontang, Muhammad Aspianur, mengungkapkan bahwa total realisasi investasi di triwulan ini mencapai angka fantastis: Rp821 miliar. Yang lebih keren lagi, 96,05% atau senilai Rp789,1 miliar disumbang oleh PMDN!
Sektor Kimia Merajai Investasi Lokal
Siapa jawaranya? Ternyata subsektor industri kimia—termasuk kimia dasar, barang kimia, dan farmasi—menjadi kontributor utama investasi lokal di Bontang.
- Kontribusi Sektor Kimia: 93,20% dari total PMDN (Rp789,1 miliar)!
Aspianur menyebut, dominasi ini adalah bukti kepercayaan tinggi pelaku usaha lokal terhadap stabilitas ekonomi dan kemudahan berbisnis di Bontang.
Lima Besar Kontributor PMDN:
| Sektor | Kontribusi (%) |
| Industri Kimia Dasar, Barang Kimia, & Farmasi | 93,20% |
| Transportasi, Gudang, & Komunikasi | 2,51% |
| Usaha Jasa Lainnya | 1,78% |
| Perdagangan & Reparasi | 1,36% |
| Industri Logam Dasar, Barang Logam, Bukan Mesin & Peralatannya | 0,55% |
PMA Juga Ikutan “Geliat”
Investasi dari luar (PMA) juga menunjukkan pergerakan positif dengan nilai Rp32,4 miliar di triwulan yang sama. Berbeda dengan PMDN, PMA didominasi oleh sektor properti.
Kontributor Utama PMA:
- Perumahan, Kawasan Industri, & Perkantoran: 68,83%
- Industri Makanan: 27,99%
- Industri Kimia Dasar, Barang Kimia, & Farmasi: 2,09%
Optimistis Tembus Target Rp2,5 Triliun
Melihat capaian yang “bagus” ini, DPMPTSP Bontang sangat optimistis. Mereka yakin realisasi investasi hingga akhir tahun 2025 akan melampaui target yang sudah ditetapkan, yaitu Rp2,5 triliun.
Untuk menjaga tren positif ini, Aspianur menegaskan bahwa pihaknya akan terus meningkatkan kualitas pelayanan perizinan dan gencar melakukan promosi investasi. Tujuannya sederhana: memberikan kemudahan, kepastian, dan transparansi kepada investor, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan mengurangi kemiskinan di Bontang. (ant/one)