KEUANGAN GOES TO UNMUL! MAHATERI BONGKAR RAHASIA APBN & ‘DUIT’ RP65 T KALTTIM
Samarinda, nusaetamnews.com : Enggak cuma ngomongin tugas kuliah, mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda kini diajak deep dive ke dunia “Duit Negara”!
Kementerian Keuangan melalui Kanwil DJPb Kalimantan Timur baru aja menggelar “Treasury Goes to Campus” bareng FEB Unmul, tujuannya cuma satu: Perkuat Literasi Fiskal Mahasiswa!
Edih Mulyadi, Kepala Kanwil DJPb Kaltim, bilang event ini krusial banget.
“Selain buat memperkuat literasi fiskal, giat ini juga untuk mendorong pemahaman publik mengenai cara kerja kebijakan fiskal nasional dan kontribusinya terhadap pembangunan, termasuk IKN,” kata Edih di Samarinda, Selasa.
Pentingnya Paham APBN & Angka Fantastis Kaltim
Literasi fiskal ditekankan sebagai fondasi agar mahasiswa bisa menilai kebijakan pemerintah secara objektif dan berbasis data, bukan sekadar ikut-ikutan opini publik.
Di acara itu, sekitar 50 mahasiswa diajak kenalan sama konsep:
- Sistem Perekonomian 3-4 Sektor: Dari rumah tangga sampai perdagangan internasional.
- Kebijakan Fiskal: Instrumen yang dipakai buat jaga stabilitas ekonomi lewat pengaturan pajak, belanja negara, dan pembiayaan.
Angka Fantastis Kaltim:
Edih spill kalau Belanja Negara yang masuk ke Provinsi Kaltim di tahun 2025 mencapai angka Rp65,69 Triliun! Duit sebesar itu dialokasikan buat:
- Pembangunan infrastruktur (termasuk IKN).
- Belanja pendidikan dan kesehatan.
- Sejumlah kegiatan prioritas lainnya.
Tujuan Utama Kebijakan Fiskal (Biar Nggak Gagal Paham)
Materi yang disampaikan juga merangkum tujuan utama kenapa kebijakan fiskal itu ada:
- Memacu pertumbuhan ekonomi.
- Mendorong investasi (lewat infrastruktur).
- Menurunkan tingkat pengangguran.
- Menjaga daya beli masyarakat.
Wakil Dekan FEB Unmul, Dwi Risma Deviyanti, dan segenap civitas akademika turut hadir, menunjukkan komitmen kampus dalam mencetak generasi melek ekonomi negara.
“Kami mengajak mahasiswa memahami peran penting mereka dalam mengawal APBN, mulai dari edukasi, literasi, hingga partisipasi aktif dalam perencanaan dan pengawasan anggaran,” tutup Edih. (ant/one)