Subscribe

Ketahanan Energi RI “Lampu Kuning”? Menteri Bahlil Gas Pol Bangun Storage BBM 3 Bulan!

2 minutes read

Jakarta, nusaetamnews.com :  Di tengah tensi panas global yang bikin harga minyak dunia makin “deg-degan”, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia membawa kabar krusial. Pemerintah berencana merombak total kapasitas penyimpanan (storage) BBM nasional agar Indonesia nggak gampang goyah saat ada krisis global.

Bahlil blak-blakan menyebut kapasitas penyimpanan kita saat ini masih jauh dari kata ideal.

Indonesia vs Jepang: Beda Kelas Soal Stok

Bahlil membandingkan kondisi Indonesia dengan Jepang yang sangat kontras. Bayangkan saja:

  • Indonesia: Stok BBM cuma cukup buat 25–26 hari.
  • Jepang: Stok BBM aman sampai 254 hari ke depan!

Masalah utamanya bukan cuma soal beli minyak, tapi tempat penyimpanannya yang terbatas. “Faktanya, storage kita maksimal di angka itu, nggak lebih. Kalau kita impor sebanyak Jepang, mau ditaruh di mana? Itu masalahnya,” ujar Bahlil di Jakarta, Selasa.

Target 2026: Bangun Storage di Sumatera

Guna mengejar standar internasional, pemerintah menargetkan kapasitas penyimpanan naik hingga 90 hari alias 3 bulan.

  • Status: Saat ini sedang tahap studi kelayakan (feasibility study).
  • Lokasi: Direncanakan bakal dibangun di wilayah Sumatera.
  • Timeline: Pembangunan fisik ditargetkan mulai jalan pada 2026.

Efek Konflik Iran-AS: Gimana Stok Buat Lebaran?

Isu ketahanan energi ini makin seksi karena situasi di Selat Hormuz lagi memanas setelah serangan AS-Israel ke Iran. Mengingat 20% pasokan minyak dunia lewat jalur tersebut, banyak yang khawatir BBM bakal langka.

Namun, Bahlil meminta masyarakat tetap tenang menjelang bulan puasa dan Idulfitri.

“Stok BBM, crude (minyak mentah), dan LPG rata-rata masih di atas standar minimum nasional (23 hari). Alhamdulillah, aman untuk persiapan hari raya,” tegasnya.

Mengapa Selat Hormuz Bikin Was-was?

Buat kamu yang belum tahu, Selat Hormuz adalah “keran” minyak dunia. Sekitar 20 juta barel minyak melintas di sana setiap hari. Kabar ditutupnya selat ini pasca tewasnya pemimpin tertinggi Iran tentu jadi ancaman nyata bagi negara importir minyak seperti Indonesia. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *