Subscribe

Kembalikan Senyum Anak Kaltim, Dinkes & Baznas Kolaborasi Gelar Operasi Bibir Sumbing Gratis

2 minutes read

SAMARINDA, nusaetamnews.com : Kabar sejuk datang untuk anak-anak di “Benua Etam”. Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Timur resmi menggandeng Baznas Kaltim untuk menggelar aksi kemanusiaan berupa operasi gratis celah bibir dan langit-langit bagi keluarga dhuafa.

Mengusung tagline inspiratif “Satu Senyuman, Sejuta Harapan Anak Kaltim”, program ini bukan sekadar urusan medis. Ini adalah misi besar untuk mengembalikan rasa percaya diri anak-anak yang selama ini sering merasa rendah diri atau bahkan menjadi korban perundungan.

Transformasi Fisik dan Mental

Kepala Dinkes Kaltim, Jaya Mualimin, menegaskan bahwa langkah ini merupakan intervensi krusial bagi masa depan anak.

“Melalui kolaborasi lintas sektor ini, kita ingin memastikan anak-anak mendapatkan layanan kesehatan yang proper dan berkualitas. Ini bukan cuma soal fisik, tapi soal memulihkan mental dan menjaga masa depan mereka,” ujar Jaya di Samarinda, Jumat.

Tindakan medis ini dilakukan di RSUD dr. Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan. Menariknya, ini adalah tahun keempat program berjalan, namun menjadi momen perdana aksi ini dieksekusi di Kota Balikpapan.

Full Support: Dari Tiket Hingga Uang Saku

Baznas Kaltim benar-benar “all out” dalam mendukung program ini. Ketua Baznas Kaltim, Ahmad Nabhan, menjamin keluarga pasien tidak akan terbebani biaya sepeser pun.

Berikut adalah benefit yang didapatkan para peserta:

  • Biaya Operasi: Ditanggung penuh 100%.
  • Transportasi: Tiket PP untuk pasien dan maksimal dua orang pendamping dari kabupaten/kota asal.
  • Akomodasi: Menginap di hotel selama masa tindakan medis.
  • Uang Saku: Santunan tunai sebesar Rp1 juta per anak untuk biaya makan dan kebutuhan lainnya.

“Orang tua tinggal fokus pada pemulihan anak. Urusan biaya, transportasi, sampai makan selama di rumah sakit sudah kami siapkan,” tambah Nabhan.

Memutus Rantai Bullying dan Putus Sekolah

Latar belakang program ini cukup menyentuh. Banyak anak dengan kondisi bibir sumbing di pelosok Kaltim yang memilih putus sekolah karena tidak kuat menahan bullying. Lewat operasi ini, pemerintah berharap mereka bisa kembali ke bangku sekolah dengan senyum baru dan semangat yang lebih membara.

Tak hanya fokus pada pengobatan (kuratif), Dinkes Kaltim juga terus ngegas di jalur pencegahan (preventif). Edukasi kesehatan bagi ibu hamil terus ditingkatkan guna menekan angka risiko kelainan bawaan pada bayi sejak dini. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *